Inilah Cara Kastrasi Pada Sapi


Pertanianku – Kastrasi atau pengebirian biasa dilakukan pada usaha penggemukan sapi potong. Tujuan utama dari kastrasi yaitu untuk menjinakkan sapi, merangsang pertumbuhan daging yang optimal, serta meningkatkan mutu karkas. Pada dasarnya teknik kastrasi tidak akan menyakiti sapi. Kastrasi dapat dilakukan dengan cara mengikat, mengoperasi, atau memasukkan cairan tertentu dalam tubuh.

cara kastrasi pada sapi

Berikut cara  kastrasi yang umum digunakan oleh peternak.

  1. Kastrasi dengan karet gelang. Cara yang dilakukan yaitu dengan memasukkan karet gelang ke leher skrotum dengan alat elastrator. Karet gelang yang masuk ke dalam leher skrotum tersebut akan membuat peredaran darah terhenti. Setelah 10 – 21 hari skrotum dan testis akan mongering dan lepas dengan sendirinya.
  2. Kastrasi dengan pisau. Kastrasi menggunakan pisau biasa dilakukan pada pedet baru lahir hingga umur 4 bulan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesulitan peternak karena menguasai pedet tidak sesulit menguasai sapi dewasa. Pengkastrasian dengan menggunakan pisau dilakukan pada skrotum yang sudah dibersikan dengan desinfektan. Setelah itu, dilakukan pemotongan skrotum di bawah testis. Testis lalu didorong keluar dan saluran yang menggantungnya dipotong. Bekas luka dari operasi tersebut, diolesi dengan obat merah agar tidak terjadi infeksi.
  3. Kastrasi dengan tang burdizzo. Prinsip penggunaan tang burdizzo sebagai alat untuk mengkastrasi sama dengan prinsip penggunaan karet gelang yaitu untuk menghentikan/memutuskan aliran darah ke testis. Setelah dilakukan kastrasi dalam waktu beberapa minggu testis akan mengerut dan mongering dengan sendirinya.

Secara umum, kastrasi atau pengebirian dilakukan pada pedet pejantan mulai dari umur 1 minggu hingga 4 bulan. Selain itu, kastrasi juga hanya dilakukan pada sistem kandang koloni atau pasture fattening (penggembalaan). Sementara itu, pada usaha penggemukan sapi yang menggunakan kandang individu tidak diperlukan pengkastrasian.

Baca Juga:  Fakta Baru! Lemak Susu Bisa Hindarkan Penyakit tak Menular
loading...
loading...