Inilah Cara ‘Menebak’ Umur Sapi Limousin


Pertanianku – Pada peternakan rakyat biasanya pencatatan sapi tidak pernah dilakukan. Oleh karena itu, peternak tradisional perlu melakukan pendugaan untuk mengetahui umur sapi. Hal ini dikarenakan sebetulnya secara alamiah penandaan umur pada masing-masing makhluk hidup biasanya telah ada.

Sapi Limousin_KelapaDua_rudi_290914 (03)

Pendugaan umur dapat dilakukan dengan penilikan lepasnya tali pusar, penilikan cincin tanduk, atau penilikan gigi. Di antara ketiga metode pendugaan umur tersebut, penentuan umur berdasarkan gigi adalah yang paling lazim, mudah, dan lebih dapat digunakan pada berbagai tingkatan umur sapi.

  • Melihat lepasnya tali pusar

Melihat lepasnya tali pusar hanya digunakan untuk mengingatkan lagi hariatau tanggal kelahiran pedet dalam jangka kejadian beberapa hari yangtelah lewat. Sewaktu lahir, pusar masih tampak basah dan tidak berbulu. Setelah berumur 3 hari, tali pusar terasa lunak jika diraba, umur 4—5 hari tali pusar mulai mengering, dan umur 7 hari tali pusar sudah mulai lepas serta sudah mulai ditumbuhi bulu.

  • Memperhatikan cincin tanduk

Pendugaan umur berdasarkan cincin tanduk dapat dilakukan. Cara ini jarang digunakan karena kurang akurat karena berdasarkan pakan. Pada musim hujan, diduga ternak sapi akan menerima pakan sesuai dengan kebutuhannya sehingga pertumbuhan tanduk pun tidak akan terganggu. Adapun musim kemarau diduga ternak sapi akan menderita kekurangan pakan sehingga pertumbuhan tanduk tidak akan mencapai diameter yang serupa saat musim hujan.

Tanduk baru akan tumbuh setelah sapi berumur 0,5 tahun. Dasar tanduk akan timbul gelang-gelang. Gelang-gelang tersebut pada sapi betina akan tampak lebih jelas. Timbulnya gelang-gelang dapat berhubungan setiap sapi melahirkan.

  • Melihat keadaan gigi

Susunan gigi sapi dapat digunakan untuk menduga umur sapi. Gigi sapi berjumlah 32 buah terdiri 12 buah pada rahang atas dan 20 buah pada rahang bawah. Rahang bawah terdiri dari gigi susu sebanyak 8 buah, gigi geraham berganti 6 buah, dan gigi geraham tetap 6 buah. Adapun rahang atas tidak mempunyai gigi susu hanya 6 buah gigi berganti dan 6 buah gigi geraham tetap.

Menurut pertumbuhannya, gigi dapat dikelompokkan menjadi 3 fase, yaitu fase gigi susu (dari lahir sampai gigi berganti dengan yang baru), fase pergantian gigi (dari awal sampai pergantian gigi), dan fase keausan gigi (gigi tidak berganti, tetapi menjadi aus). Menurut Taylor (1995) bahwa penentuan umur sapi dapat dilakukan dengan memperhatikan jumlah gigi seri tetap (poel) yang tercantum pada Tabel 3.

 

Sumber: Buku Beternak Sapi Limousin

 

loading...
loading...