Pertanianku – Banteng merupakan salah satu satwa yang bertanduk dan biasanya hidup di hutan belantara. Satwa masih termasuk keluarga sapi, karena bentuknya yang tampak serupa dengan sapi. Kedua hewan ini sangat sulit untuk dibedakan jika dibandingkan berdasarkan perilaku dan cara hidupnya. Hal mendasar yang paling mencolok dari keduanya yakni bentuk dan warna kulitnya.
Banteng adalah satwa yang mudah dijumpai di kawasan Asia Tenggara. berikut beberapa jenis banteng dan fakta menarik tentangnya.
- Jenis Banteng
Ada beberapa jenis banteng yang diketahui penyebarannya oleh pemerintah yaitu.
- Banteng jenis bos gaurus
- Banteng jenis bos frontalis
- Banteng jenis bos javan icus
- Banteng jenis bos palaesondaicus
- Banteng jenis bos sauveli
- Banteng jenis grunniesans
Banteng jawa merupakan salah satu dari lima spesies banteng yang ada di dunia, ada yang mengungkapkan bahwa satu spesies dari kelima spesies ini telah punah. Berikut beberapa fakta mengenai banteng dan penyebarannya.
- Banteng Dikategorikan dalam Status Onservasi
Di wilayah Indonesia, banteng adalah satwa yang dilindungi keberadaannya. Populasinya yang semakin tahun semakin menurun. Diperkirakan populasi banteng seluruh dunia tidak lebih dari 8000 ekor, bahkan diperkirakan sekitar 5000 ekor.
Penyebarannya di indonesia saja masih terhitung sedikit. Ada sekitar 300 sampai 700 ekor banteng yang habitatnya di Taman Nasional Ujung Kulon. Kemudian 200 ekor berada di Taman Nasional Meru Betiri.
Ada juga 200 ekor berada di Taman Nasional Bularan dan terakhir sekitar 80 ekor berada di Taman Nasional Alas Purwo. Ada juga beberapa populasi kecil yang tersebar secara tidak merata seperti di kawasan caar alam Cikepuh, Cibanteng, Pangandaran, Malang dan Kediri.
Dikarenakan mulai 1996 populasinya semakin menurun maka dinyatakan dalam status konservasi terancam punah oleh IUCN.
- Perbedaan Banteng dengan Sapi
Tinggi banteng pada umumnya hampir sama dengan tinggi sapi yakni dengan tinggi sekitar 160 cm dengan panjang antara 190–225 cm.
Untuk bobot satwa yang satu ini diperkirakan antara angka 600–800 kg walaupun ada juga beberapa banteng yang memiliki bobot hingga 1 ton. Siklus hidupnya sama seperti sapi pada umumnya, hanya saja banteng hidupnya di alam liar.
Banteng terkenal dengan tanduknya yang sering digunakan untuk menyeruduk sebagai cara bertahan ketika ada yang dianggap mengganggu ketenangannya. Diperkirakan panjang tanduk banteng berkisar antara 60–75 cm.
Untuk kulit pada banteng jantan dengan banteng betina memiliki sedikit saja perbedaan yakni kulit untuk banteng betina lebih banyak berwarna coklat agak kemerahan dengan punuk serta tanduk mengarah ke bawah.
- Siklus Hidup Banteng
Banteng merupakan hewan pemakan rumput, daun dan buah-buahan atau sebutan ilmiahnya adalah hewan herbivora.
Ada dua jenis adaptasi banteng yakni ketika masih menjadi banteng muda biasanya lebih banyak hidup sendirian atau bisa juga ditemukan dalam jumlah kawanan banteng muda lainnya, sedangkan untuk banteng dewasa lebih cenderung hidup secara bergerombolan.
Satwa satu ini bisa dimasukkan dalam golongan nokturnal karena lebih banyak aktif di malam hari, namun hal ini tidak sepenuhnya karena banteng nokturnal biasanya adalah kawanan yang hidup berdekatan dengan daerah pemukiman penduduk. Pada umumnya sapi bisa hidup hingga berumur 20 tahun dengan masa dewasa antara umur 2 atau 3 tahun.