Inilah Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Dekomposisi


Pertanianku – Pengomposan atau dekomposisi merupakan peruraian dan pemantapan bahan-bahan organik secara biologi dalam suhu tinggi (termofilik) dengan hasil akhir bahan yang cukup baik untuk digunakan ke tanah tanpa merugikan lingkungan. Proses termofilik terjadi karena kelembapan dan suasana aerasi yang tertentu. Setelah suhu tercapai, mikroorganisme dapat aktif menguraikan bahan organik menjadi komposis yang lebih sederhana.

Inilah Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Dekomposisi

Pengomposan dapat terjadi dalam kondisi aerobik dan anaerobik. Pengomposan aerobik yang terjadi dalam keadaan dengan O2, sedangkan pengomposan anaerobik tanpa O2. Dalam proses pengomposan aerobik akan dihasilkan CO2, air, dan panas. Sementara itu, dalam pengomposan anaerobik akan dihasilkan metana (alkohol), CO2, dan senyawa antara seperti asam organik. Dalam proses pengomposan anaerobik, sering menimbulkan bau yang tajam sehingga teknologi pengomposan banyak ditempuh dengan cara anaerobik.

Dengan mengetahui proses dekomposisi dan faktor yang mempengaruhinya, proses dekomposisi dapat dilakukan dengan baik. Proses dekomposisi dapat berjalan lancar bila kondisi lingkungan terkontrol. Kondisi yang perlu dijaga adalah kadar air, aerasi, dan suhu.

  1. Kadar air

Kadar air harus dibuat dan dipertahankan sekitar 60%. Kadar air yang kurang dari 60% menyebabkan bakteri tidak berfungsi, sedangkan bila lebih dari 60% akan menyebabkan kondisi anaerob. Kadar air dapat diukur dengan cara yang mudah, yaitu dengan meremas bahan. Kadar air 60% dicirikan dengan bahan yang terasa basah bila diremas, tetapi air tidak menetes.

  1. Aerasi

Pada dekomposisi aerob, oksigen harus cukup tersedia di dalam tumpukan. Apabila kekurangan oksigen, proses dekomposisi tidak dapat berjalan. Agar tidak kekurangan oksigen, tumpukan kompos harus dibalik minimal seminggu sekali. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara force aeration, yaitu menghembuskan udara memakai kompresor. Bisa juga dengan efek cerobong, yaitu memasukkan udara melalui cerobong. Namun, pemberian aerasi yang terbaik adalah dengan pembalikan bahan. Perlakuan ini sekaligus untuk homogenisasi bahan.

  1. Suhu
Baca Juga:  Hidroponik Mudah dan Murah dengan Starterkit

Selama proses dekomposisi, suhu dijaga sekitar 60° C selama tiga minggu. Pada suhu tersebut, selain bakteri bekerja secara optimal, akan terjadi penurunan C/N ratio dan pemberantasan bakteri patogen maupun biji gulma.

loading...
loading...