Inilah Jenis dan Manfaat Pakan Buatan Untuk Lele


PertaniankuPakan buatan biasanya dibuat dari pabrik, walaupun bisa juga dibuat sendiri. Namun, pakan pabrik memiliki kelebihan seperti komposisi gizi yang lengkap sesuai kebutuhan lele, mudah diperoleh, praktis, dan lebih aman penggunaannya terutama terkait penyakit. Dari riset terlihat pemakaian pakan buatan pabrik dapat mendongkrak bobot biomassa ikan hingga 4,4 kali lipat. Harga pakan pabrik memang relatif mahal karena harga dari bahan baku penyusunnya juga cukup tinggi, terutama tepung ikan. Saat ini, harga tepung ikan lokal sudah mencapai angka di atas Rp10.000/kg, apalagi yang impor.

Pakan Buatan Lele

Komposisi pakan ikan yang ideal terdiri atas protein, energi, lemak, dengan penambahan vitamin dan mineral dan komposisi khusus. Semuanya disusun untuk mempercepat pertumbuhan, pigmentasi, perkembangan seksual, kelengkapan fisik, palatabilitas atau ketahanan pakan. Di samping nilai nutrisi, kekayaan fungsi dari penyusunnya juga menjadi pertimbangan. Seperti kemampuan menyerap air dan daya tahan pengikatan pelet. Hal itu berpengaruh dalam produksi dan kualitas fisik dari pakan.

Nilai utama dalam pakan adalah kandungan protein. Protein sendiri merupakan molekul kompleks yang terdiri atas asam-asam amino esensial dan non-esensial. Sumber protein sendiri bisa didapat dari sumber hewani dan nabati. Meskipun bahan nabati sering dipakai dalam pakan ikan, tetapi jumlahnya tidak boleh berlebihan lantaran menyebabkan penurunan pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan yang kecil.

  1. Tepung ikan

Tepung ikan secara umum dianggapsumber protein paling baik karena memiliki sederet asam amino esensial penting bagi ikan. Berdasarkan riset lele membutuhkan 10 asam amino esensial seperti sistein dan tirosin. Tepung ikan yang baik dibuat dari ikan yang mengandung protein 60—80% dan 80—95% dapat dicerna oleh ikan. Selain itu tepung ikan mengandung lisin dan metionin yang tinggi karena hanya terdapat sedikit pada sumber protein nabati. Tepung ikan merupakan bahan baku utama karena kaya akan energi dan mineral, kecernaan tinggi, serta palatabilitas tinggi bagi sebagian besar ikan.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Kandungan lemak dari tepung ikan merupakan sumber energi bermutu tinggi dalam rantai panjang poly-unsaturated fatty acids (PUFAs) dengan essential fatty acids (EFAs) yang sangat penting bagi ikan. Bahan tersebut juga merupakan sumber mineral esensial (kalium, fosfor, magnesium, dan trace elements) serta aneka vitamin (vitamin B12, A, D3, kolin, dan inositol) yang sangat baik. Meskipun memiliki kelebihan, tepung ikan juga memiliki kadar abu tinggi yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral.

  1. Tepung kedelai

Tepung kedelai juga menjadi salah satu sumber protein pakan. Tepung kedelai adalah hasil setelah pemindahan minyak dari soya beans. Saat ini,tepung kedelai adalah sumber protein paling penting bagi budidaya produktif dan sebagian atau seluruhnya dapat menggantikan tepung ikan. Protein kedelai memiliki asam amino esensial seperti arginin dan penilalanin yang diperlukan bagi ikan. Beberapa ikan seperti salmon berdasarkan ujicoba tidak cocok dengan tepung kedelai. Namun, ikan lele dapat memakan pakan yang mengandung tepung kedelai di atas 50%. Kandungan protein kasar tepung kedelai bisa mencapai 44%, tetapi tergantung kualitas kedelai. Faktor yang menyebabkan adanya variasi kandungan protein adalah tanah, pengolahan, serta kondisi cuaca dan musim selama masa pertumbuhan kedelai.

 

Sumber: Buku Paduan Praktis Pakan Ikan Lele

 

loading...
loading...