Inilah Kelebihan Mentimun Jepang Dibandingkan Mentimun Lokal

Pertanianku – Masyarakat saat ini telah mengetahui bahwa sebagian besar sayuran introduksi berasal dari Asia Timur tepatnya Jepang yang selalu memiliki komoditas pertanian yang unggul dibandingkan negara lainnya. Seperti salah satunya adalah kyuri atau mentimun Jepang. Banyak kelebihan mentimun jepang dibandingkan mentimun lokal mulai dari tekstur hingga rasa.

Inilah Kelebihan Mentimun Jepang Dibandingkan Mentimun Lokal

Menurut Dodih, salah seorang petani Kyuri yang tergabung dalam Kelompok Tani Tauhid asal Kampung Pengkolan, Kecamatan Cikidang, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Dodih Mengatakan mentimun jepang jauh lebih unggul dibandingkan mentimun lokal.

“Kelebihan pertama sudah bisa dilihat dari harga jualnya yang lebih tinggi dibanding timun lokal. Kyuri itu di pasar harganya bisa Rp10.000–Rp15.000/kg,” jelas Dodih.

Dodih menmabahkan, jika dibandingkan dengan mentimun lokal, kyuri memiliki lebih memiliki segudang keunggulan dan kelebihan. Dari mulai cara menanam sampai panen memang kyuri dan timun lokal memiliki masa tanam yang relatif sama yaitu sekitar 40 hari, namun dari segi jumlah produksi per pohon, kyuri bisa lebih besar 3–4 kali lipat.

Dodih menegaskan, bahwa satu pohon mentimun jepang mampu menghasilkan hingga 8–10 buah dengan ukuran buah 4 kali lipat jauh lebih besar ketimbang timun lokal. Berat kyuri per buah bervariasi untuk kelas super A memiliki berat sekitar 200–250 gram dan untuk berat di bawah angka tersebut masuk ke dalam kategori kyuri kelas B dan C.

“Kalau dilihat dari bentuk fisiknya, kyuri memiliki panjang rata-rata 25–30 cm, kulit buah tipis berwarna hijau pekat dan terdapat grandul-grandul kecil berwarna putih menyerupai duri sedikit tajam,” ungkap Dodih.

Kelebihan lainnya mentimun jepang, yaitu terdapat pada rasa daging buah yang lebih manis dengan kandungan air yang sedikit sehingga menciptakan rasa renyah dibandingkan timun lokal.

Baca Juga:  Merawat Tanaman Bawang Daun agar Tumbuh dengan Sehat

”Kyuri itu rasanya garing, beda sama timun lokal yang agak kenyal getas,” tutur Dodih.