Inilah Keuntungan Bertanam Secara Hidroponik

Pertanianku – Media tanam adalah tempat tumbuhnya tanaman untuk menunjang perakaran. Dari media tanam inilah tanaman menyerap makanan berupa unsur hara melalui akarnya sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Untuk media tanam pada sistem vertikultur sebaiknya kaya unsure hara. Hal itu karena wadah tanamnya relatif terbatas, tetapi jumlah tanamannya banyak. Padahal, tanaman tersebut memerlukan nutrisi secara berkesinambungan. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik unsure hara harus disediakan dengan baik pula. Pada sistem vertikultur, dapat digunakan 2 media tanam, yaitu media tanah dan non-tanah.

vertikultur hidroponik

Saat ini, tanah bukanlah satu-satunya media tanam. Saat ini, sudah berkembang dengan pesat penanaman tanpa tanah yang dikenal dengan sistem hidroponik. Hidroponik didefinisikan sebagai suatu cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, tetapi menggunakan media inert seperti gravel, pasir, peat, vermikulit, pumice, atau sawdust. Semua media tersebut diberi larutan hara yang mengandung semua elemen esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Hidroponik diawali dengan ditemukannya bahwa tanaman dapat tumbuh di dalam air. Untuk mendapatkan tanaman yang lebih baik dan subur perlu ditambahkan makanan atau nutrien yang dilarutkan. Agar tanaman dapat berdiri tegak di medianya digunakan penyangga gabus. Kemudian, berkembanglah berbagai jenis penyangga tanaman yang terbuat dari berbagai bahan yang ringan dan porous. Inilah beberapa keuntungan bertanam secara hidroponik.

  1. Penyakit dan hama dapat dicegah karena bahan yang dipakai harus disterilkan dahulu.

2. Mencegah benih gulma yang biasanya terbawa oleh tanah atau pupuk kandang, dan kemudian tumbuh menyerobot jatah makanan tanaman utama.

3. Kebutuhan mineral dari pupuk yang diperlukan dapat dihitung lebih teliti sesuai dengan yang benar-benar diperlukan saja. Pemberiannya pada saat-saat yang tepat.

Baca Juga:  Laris Manis, Begini Cara Membuat Tempe Laku Terjual dengan Cepat

4. Jumlah tanaman lebih banyak dalam ruangan yang sempit. Sebab, pot atau wadah bertanam dapat diatur hingga menghemat ruangan, tanpa membuat tanaman kekurangan nutrisi.

5. Lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah.

6. Kebutuhan air hanya 1/20 dari tanaman biasa. Penyiraman air tidak perlu dilakukan setiap hari karena media larutan mineral yang digunakan selalu tertampung di dalam wadah yang dipakai.

7. Bisa memeriksa akar tanaman secara periodik untuk memastikan pertumbuhannya.

8. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman terjaga.

9. Tidak perlu banyak tenaga kerja dan lingkungan kerja lebih bersih.

10. Dapat ditanam di mana saja dan kapan saja karena tidak mengenal musim.

Sumber: Buku Vertikultur Tanaman Sayur


loading...