Inilah Musuh Utama Tanaman Lada

Pertanianku – Hama penggerek batang (Lophobaris piperis Marsh.) termasuk hama utama tanaman lada yang mampu menurunkan produksi. Hama ini pada fase larva merusak cabang atau batang pada ruas tempat kumbang betina meletakkan telur. Serangan larva mengakibatkan kematian cabang, batang dan pada serangan berat dapat mematikan tanaman lada. Pada fase dewasa merusak bunga, buah, dan pucuk tanaman lada.

Inilah Musuh Utama Tanaman Lada

Daerah sebaran L. piperis di Indonesia adalah Sumatera, Bangka, Kalimantan, dan Jawa. Di Lampung hama ini ditemukan di daerah utama lada di Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. L. piperis Marsh dikenal sebagai kumbang moncong lada kecil, kumbang ini aktif pada sore hari, antara pukul 17.00—18.00 sore. Kumbang betina dapat hidup selama 1—1.5 tahun; dapat menghasilkan telur rata-rata 250 butir dengan maksimum 525 butir per ekor. Telur diletakkan dalam liang yang dibuat induknya pada sendi-sendi di antara ruas-ruas pada batang, tiap liang biasanya hanya diisi satu butir telur. Setelah telur menetas larva menggerek bagian tersebut. Akibatnya bagian batang di atas gerekan tersebut menjadi layu, daun-daunnya muda gugur dan dalam keadaan lebih lanjut bagian batang tersebut menjadi mati.

Loading...

Pada pertumbuhan penuh, larva mencapai panjang 8 mm. Larva kemudian membuat kokon dari sisa-sisa gerekannya berbentuk seperti “tong” terletak pada sendi tersebut. Siklus hidupnya dalam kurungan dapat diselesaikan antara 45—60 hari. Jangka waktu ini dapat juga dipakai sebagai pedoman masa siklus hidupnya di lapangan walaupun dalam hal ini tidak dapat dihindarkan adanya pengaruh keadaan fisiologis tanaman yang dapat memperlambat atau mempercepat perkembangannya.

Penggerek batang ditemukan sepanjang tahun dengan populasi tumpang tindih. Populasi telur paling rendah, kemudian diikuti kepompong, kumbang dewasa dan larva, yaitu berturut-turut 0,75 butir; 1,62 ekor; 2,96 ekor; dan 8,50 ekor per tanaman.

Baca Juga:  Pemangkasan Pohon Kopi yang Sering Dilakukan

Parasitoid sebagai musuh alami untuk mengendalikan populasi penggerek batang di lapangan ada dua jenis, yaitu parasitoid larva (Spathius piperis Wilk.; Braconidae, Hymenoptera) dan parasitoid kepompong (Eupelmus curculinois Ferr.; Eupelmidae; Hymenoptera). Larva dan kepompong yang diparasitasi berturut-turut adalah 12,35% dan 4,44%.

Serangga penggerek batang dapat mengakibatkan kerusakan cabang batang tanaman lada hingga mencapai 19—43%, kerusakan tandan buah 64—97%, dan kerusakan buah 9—20%. Terdapat korelasi positif antara besarnya populasi larva dengan kerusakan cabang dan batang tanaman lada. Besarnya populasi kumbang dewasa tidak selalu diikuti dengan besarnya kerusakan tandan dan buah lada (Suprapto dan Martono, 1989).

 

Sumber: Buku Lada

 

Loading...
Loading...