Inilah Penyebab Utama Tabulampot Tak Kunjung Berbuah


Pertanianku – Di kota-kota besar seperti Jakarta, bercocok tanam di pekarangan rumah sangatlah sulit karena keterbatasan lahan. Untuk menyiasatinya, tabulampot menjadi pilihan yang efektif. Bercocok tanam di dalam pot bagi sebagian masyarakat dirasa cukup efektif, terlebih bagi masyarakat yang memiliki pekarangan sempit.

Inilah Penyebab Utama Tabulampot Tak Kunjung Berbuah

Namun, pada kenyataannya memelihara tabulampot tidak semudah kelihatannya. Ini karena proses penanamannya yang menggunakan wadah seperti pot atau drum menjadikannya lebih membutuhkan perhatian lebih agar tanaman dapat tumbuh subur dan berbuah lebat.

Pengetahuan bagaimana membuahkan tabulampot dengan cepat dan tepat tentu menjadi kunci utama. Umumnya, proses pembuahan pada tabulampot menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Namun, kondisinya akan berbeda jika tabulampot yang ditanam hanya berupa tanaman tegak yang tidak kunjung berbuah. Tabulampot yang sukar berbuah kadang kala disebabkan oleh pemilik yang kurang teliti dan kurang paham tentang teknik pemeliharaan yang benar. Terdapat banyak penyebab tabulampot sukar berbuah. Mulai dari bibit yang bermutu rendah, kurangnya unsur hara bagi tanaman, hingga tanaman yang sakit. Berikut beberapa faktor penyebab utama tabulampot tak kunjung berbuah.

Bibit berasal dari biji

Tabulapot yang berasal dari bibit hasil perkembangbiakan generatif atau biji memang membutuhkan waktu yang lama untuk berbuah. Lain halnya dengan bibit yang berasal dari perkembangbiakan vegetatif seperti, stek, cangkok, sambung, dan okulasi. Tanaman yang berasal dari bibit vegetatif relatif lebih cepat menghasilkan buah.

Faktor genetik dan umur tanaman

Untuk dapat menghasilkan buah, setiap tanaman memiliki waktu yang berbeda-beda. Dipengaruhi oleh genetik pada tanaman tersebut. Berdasarkan kemampuannya menghasilkan buah, tabulampot yang berasal dari bibit vegetatif dapat dikelompokkan menjadi tabulampot yang mudah, sedang, dan sukar berbuah. Varietas yang berbeda pada jenis tanaman yang sama memiliki kemampuan berbeda. Beberapa dari varietas unggul yang baru dilepas umumnya dapat berbuah dengan mudah dan cepat.

Baca Juga:  Dahsyatnya Manfaat Belimbing Wuluh untuk Atasi Berbagai Penyakit

Media tanam yang salah

Media tanam berfungsi menunjang pertumbuhan akar dan menyediakan unsur hara. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dibutuhkan media tanam yang tepat. Media dengan kondisi yang tidak terlalu baik dapat diatasi dengan penambahan bahan organik karena mengandung unsur hara yang tinggi juga sebagai bahan stimulan bagi organisme tanah yang menguntungkan.

Kurangnya asupan hara

Hara merupakan faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Jika tanaman kurang asupan hara, sudah dipastikan pertumbuhan tanaman tersebut terhambat.

Aplikasi pemupukan yang salah

Aplikasi pemupukan yang keliru dapat menghambat munculnya bunga. Bahkan, tanaman yang mulai mengeluarkan bakal bunga, serentak menjadi mogok dan mandul akibat aplikasi pemupukan yang salah.

Pengairan yang kurang tepat

Kebutuhan air perlu diperhatikan terutama pada fase kritis, yaitu saat vegetatif tanaman, pembungaan, dan pembuahan. Pemberian air kepada tanaman harus dilakukan secara tepat waktu dan teratur.

Lingkungan tumbuh yang tidak sesuai

Beberapa lingkungan yang memengaruhi tabulampot antara lain, ketinggian tempat, suhu lingkungan, cahaya matahari, curah hujan, dan kelembapan.

Untuk menghindarinya, tabulampot harus selalu dikontrol secara intensif agar tanaman yang ditanam dapat berbuah dan Anda beserta keluarga dapat menikmati buahnya.

loading...
loading...