Inilah Proses Pembenihan Ikan Nila Massal


Pertanianku – Salah satu teknik budi daya nila yang paling sederhana, yakni teknik pembenihan ikan nila massal. Teknik ini dinilai lebih efisien karena dalam satu kolam terdapat beberapa pasang indukan yang dipijahkan secara bersamaan.

Inilah Proses Pembenihan Ikan Nila Massal

Oleh karena itu, peternak tidak perlu menyiapkan kolam berbeda dan kakaban pada saat pemijahan yang akan memakan lebih banyak tempat. Proses pembenihan nila secara massal terdiri atas beberapa tahapan, seperti penebaran induk, pemijahan, pemanenan benih, dan pembesaran.

  1. Penebaran induk

Pilih indukan nila yang berkualitas baik yang memiliki ciri antara lain sisik besar dan tertata rapi, badan tebal, gerakan lincah, serta dapat merespons dengan baik saat diberi pakan tambahan. Kita dapat memasukkan indukan jantan dan betina dalam satu kolam pemijahan dengan kisaran perbandingan 1:3 hingga 1:5 pada kolam dengan lebar 50m dan panjang 100m. Hal ini berarti dalam satu kolam kita bisa memasukkan 200 ekor induk jantan dan 600 ekor induk betina, atau 100 ekor induk jantan dan 500 ekor induk betina.

Proses pemijahan biasa berlangsung selama 45–50 hari. Selama berada dalam kolam pemijahan ini hingga siap memijah indukan diberi makan berupa pelet dengan jumlah 30% dari bobot total seluruh ikan per hari. Pemberian pakan dilakukan dalam 2–3 kali waktu makan. Pada proses pemijahan ini, indukan tidak memerlukan perawatan khusus.

  1. Pemijahan

Pemijahan biasanya terjadi sekitar seminggu setelah penebaran induk ikan nila. Proses ini terjadi di sarang pemijahan yang berupa lubang-lubang bulat dengan diameter 30–50cm di dasar kolam yang telah disiapkan sebelumnya. Pada saat proses pemijahan berlangsung, induk betina akan menetaskan telur yang kemudian akan dibuahi oleh induk jantan. Setelah proses penetasan, induk betina akan menghabiskan waktunya dengan mengerami telur-telur tersebut. Pada saat mengerami, induk betina tidak makan alias puasa. Oleh karena itu, pemberian pakan dapat dikurangi sekitar 25%.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Pada minggu kedua saat sudah banyak benih ikan nila yang menetas, kolam pemijahan yang juga berfungsi sebagai kolam penetasan dan pemeliharaan bibit harus diberi pupuk. Tujuannya, agar kondisi kolam tetap subur dan banyak organisme yang hidup di dalamnya sehingga benih nila dapat tumbuh dengan baik. Pupuk yang ditebar berupa kotoran ternak dengan dosis 500 gr.

  1. Pemanenan benih

Proses pemanenan dapat dilakukan saat induk telah melepaskan benih dari mulutnya. Pemanenan dilakukan dengan menjaring benih-benih tersebut kemudian memindahkannya ke dalam kolam pendederan. Pemanenan paling baik dilakukan di pagi hari saat banyak terdapat oksigen dan paling lambat dilakukan dua hari setelah induk mengeluarkan benih dari mulutnya.

Setelah dipijah, nila jantan dapat tumbuh lebih cepat sekitar 40% daripada nila betina. Oleh karena itu, akan lebih menguntungkan jika kita hanya membudidayakan nila jantan untuk waktu panen yang lebih cepat. Nila betina sendiri dapat disimpan untuk dijadikan indukan. Untuk mendapatkan nila jantan, perlu melakukan penyortiran atau menggunakan hormon sex reversal yang dapat mengubah benih betina menjadi jantan.

  1. Pembesaran

Benih yang telah disortir atau dijaring kemudian langsung dipindahkan ke dalam kolam perawatan yang telah disiapkan. Penebaran paling baik dilakukan saat suhu udara rendah, yaitu pada pagi hari untuk menghindari stres yang dapat dialami oleh benih.

Pemeliharaan benih nila biasanya dilakukan selama tiga bulan. Selama waktu tersebut ikan bibit diberi pakan berupa pelet dengan kandungan protein yang tinggi minimal 25%. Selama itu, pemupukan juga harus tetap dilakukan setiap dua minggu sekali agar kolam tetap dalam kondisi subur.

Setelah tiga bulan atau nila dirasa sudah memiliki ukuran yang ideal, pemanenan pun dapat segera dilakukan dengan mengeringkan kolam kemudian mengambilnya dengan seser. Untuk menjaga kualitas kesegaran ikan, setelah diseser ikan hendaknya ditampung dalam hapa yang dipasang di kolam dengan air yang jernih.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor
loading...
loading...