Inilah Ragam Jenis Pakan Untuk Lele


Pertanianku – Pakan buatan untuk ikan berasal dari berbagai macam bahan baku yang mempunyai kandungan gizi sesuai dengan kebutuhan ikan. Selain itu, dalam proses pembuatannya pun sangat memperhatikan sifat dan ukuran ikan. Pakan buatan dibuat oleh manusia untuk mengantisipasi kekurangan pakan yang berasal dari alam yang kontinuitas produksinya tidak dapat dipastikan. Dengan membuat pakan buatan, jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ikan akan terpenuhi setiap saat.

Pakan Lele Berkualitas

Pakan buatan harus berkualitas. Ciri pakan berkualitas antara lain kandungan gizi pakan (terutama protein) sesuai dengan kebutuhan ikan. Selain itu, diameter pakan harus lebih kecil dari bukaan mulut ikan. Daya cerna pakan yang mudah juga menjadi kriteria, di samping kandungan nutrisidalam pakan juga harus mudah diserap tubuh. Rasa pada pakan buatan harus disukai ikan dengan kandungan abu yang rendah dan efektivitasnya tinggi. Pakan buatan yang beredar di pasaran terdapat 2 jenis, yakni pakan terapung dan pakan tenggelam.

  1. Pakan apung

Pada pakan terapung, proses pembuatannya membutuhkan pemasakan bertekanan tinggi agar tercipta rongga udara di dalam butiran pakan sehingga dapat terapung di air. Proses pemasakan tersebut membuat bahan terkandung lebih matang sehingga pada komposisi pakan yang mengandung bungkil kedelai menjadi keuntungan tersendiri.

Harap maklum, bungkil kedelai mengandung bahan antinutrien seperti inhibitortripsin yang akan menghambat kerja enzim tripsin dan lektin serta goitrogen yang menghambat pemasukan iodin dari kelenjar tiroid. Melalui pemanasan, zat antinutrisi itu akan hilang. Dampaknya, pencernaan ikan akan lebih baik sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal dan nilai FCR rendah.

Pakan apung memudahkan pembudidaya dalam memberi pakan sehingga menghindari pakan tersebut terbuang percuma. Pakan yang terbuang dapat menyebabkan kualitas air menurun dan menyebabkan kehadiran penyakit, lalu akhirnya membuat lele mati.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Hal yang perlu diingat adalah walaupun sudah terbentuk feeding program, nafsu makan lele juga dipengaruhi kondisi lingkungan. Jadi, pemantauan pada saat pemberian pakan juga penting untuk dilakukan. Jika 80% ikan tidak lagi berkumpul untuk berebut pakan, hentikan pemberian pakan. Satu-satunya kekurangan pakan apung adalah harganya yang cukup tinggi. Hal itu karena selain bahan baku penyusunnya yang memang sudah berharga tinggi, biaya pembuatannya pun cukup memakan cost produksi. Namun, dengan pakan produksi PT CMK dengan nama produk PP Beauty 811 dan 812, masalah harga akan menjadi tidak masalah buat para pembudidaya. Walaupun harga terbilang mahal, tetapi PT CMK bisa menjamin untung yang diraih oleh pembudidaya dari hasil panen bisa terbayar.

  1. Pakan tenggelam

Proses pembuatan pakan tenggelam lebih sederhana sehingga harganya lebih rendah daripada pakan apung. Harga itu sangat berpengaruh pada keuntungan yang akan diperoleh pembudidaya. Namun perlu diingat, meskipun harga lebih murah, tetapi bila FCR tinggi dan zat antinutrien dalam bahan pakan masih aktif setelah pemasakan, justru dapat menurunkan laba pembudidaya.

Fakta di lapangan menyatakan bahwa pemberian pakan apung memang dapat membuat lele tumbuh seragam. Namun, secara bobot kurang dibandingkan ukuran sama dari lele yang diberikan pakan tenggelam. Menurut Asep, peternak di Subang, Jawa Barat, walaupun ikan yang diberi pakan tenggelam terlihat lebih kecil sosoknya, tetapi secara bobot lebih berat. Pembudidaya yang paham dengan kondisi itu akan menyiasatinya melalui pemberian pakan apung pada saat lele kecil karena dapat membuat pertumbuhannya seragam. Pada saat 1 bulan menjelang panen, lele diberikan pakan tenggelam untuk meningkatkan bobotnya.

 

Sumber: Buku Paduan Praktis Pakan Ikan Lele

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

 

loading...
loading...