Inilah Tips Pemanenan Kangkung


Pertanianku – Kangkung dapat dengan mudah ditanam di semua tipe tanah, asalkan tanahnya subur (cukup mengandung lumpur) dan cukup air. Kangkung biasanya ditanam di kolam, rawa, sawah, atau di atas timbunan sampah. Tanaman ini jarang ditemui di pekarangan. Kangkung darat biasanya ditanam di tempat-tempat yang agak kering, sedangkan kangkung air di pinggir-pinggir kolam dan rawa.

kangkung darat

Saat pemanenan, kangkung biasanya dipanen dengan cara dicabut dan dipangkas. Biasanya kangkung air dipanen dengan cara dipangkas, sedangkan kangkung air dipanen dengan dicabut. Pemanenan dengan cara dipangkas sudah bisa dilakukan saat tanaman berumur tiga bulan. Ujung tanaman dipangkas sekitar 30 cm agar tumbuh banyak cabang. Hasil pangkasan ini merupakan panen pertama yang dapat dijual. Pemungutan hasil selanjutnya dilakukan dengan cara ujung cabang dipangkas setiap 15 hari sekali.

Biasanya setelah berumur satu tahun, pertumbuhannya sudah mulai kerdil. Oleh karena itu, tanaman kangkung dapat diperbaharui dengan cara dibongkar seluruhnya atau sebagian. Selain itu, tanah dicangkul lagi, kemudian ditanami dengan setek atau benih kangkung yang baru. Panen cabut dilakukan dengan cara tanaman dicabut beserta akarnya setelah tinggi tanaman mencapai 30 cm.

Tanaman yang terawat dengan baik dan sehat dapat menghasilkan 10—16 ton kangkung tiap hektar dalam setahun. Produksi daun kangkung hanya diperdagangkan di dalam negeri, seperti di pasar lokal dan supermarket di kota besar.

 

Baca Juga:  Yuk, Konsumsi Jamur Saat Sarapan! Ini Manfaatnya
loading...
loading...