Inilah Tuntutan Peternak pada Pemerintah, Usai Gelar Kongres Nasional


Pertanianku – Para peternak meminta pemerintah untuk memperhatikan mereka. Hal ini akan disampaikan para peternak rakyat saat mengadakan kongres nasional yang dilakukan pada 28 November 2016 mendatang. Dalam kongres nasional nanti, fokus pembahasannya tak lain karena sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak memihak pada peternakan rakyat.

inilah-tuntutan-peternak-pada-pemerintah-usai-gelar-kongres-nasional

Inilah yang mendorong ribuan peternak untuk menggelar kongres nasional peternak rakyat. Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh leih dari 2.000 orang peternak rakyat dari 17 asosiasi peternakan rakyat, baik sapi, unggas maupun kambing.

Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) sekaligus Ketua Pengarah Kongres Peternak Rakyat, Ade M. Zulkarnain menerangkan, kongres nasional peternak rakyat diadakan karena kondisi peternak rakyat yang semakin termarginalkan.

“Kondisi ini terjadi baik oleh sistem bisnis yang dikuasai oleh konglomerasi maupun akibat kebijakan pemerintah yang semakin tidak kondusif,” jelas Zulkarnain, seperti dilansir dari Republika (22/11).

Contohnya kata Zulkarnain, pada sektor peternakan ruminansia. Menurut dia, peternak rakyat tergusur oleh sapi dan daging sapi impor. Pasalnya, setiap tahun pemerintah menambah kuota sapi impor. Ironisnya lanjut dia, saat ini impor sapi bisa didatangkan dari negara yang tidak bebas penyakit mulut dan kaki (PMK).

Selain itu, Zulkarnain mengatakan, bahwa kebijakan pemerintah yang memaksa harga daging di bawah Rp80.000 per kg sangat merugikan peternak. Di sisi lain kebijakan ini menguntungkan perusahaan importir.

Di sektor unggas sambung Zulkarnain, khususnya ayam ras menunjukkan adanya dominasi konglomerasi semakin kuat. Faktanya terang dia ada sekitar 80% usaha peternakan mulai dari hulu sampai hilir dikuasai oleh 12 perusahaan. Sementara di tempat lain ribuan peternak rakyat dan peternak mandiri modalnya semakin tergerus oleh harga jual yang di bawah biaya produksi.

Baca Juga:  Ini Kesiapan Mentan Hadapi Musim Kemarau

“Untuk itu kami mendesak pemerintah segera mengeluarkan regulasi usaha budidaya yang lebih memihak peternak rakyat,” lanjut Zulkarnain.

Zulkarnain mengungkapkan di sektor unggas lokal kondisinya lebih termarginalkan dalam 45 tahun terakhir. Menurutnya, nyaris tidak ada dukungan pemerintah dalam pemanfaatan potensi sumber daya genetik ayam lokal. Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara pusat plasma nutfah ayam.

“Setelah acara Kongres usai, kami akan bertemu dengan presiden untuk menyampaikan rekomendasi untuk memperkuat peternak rakyat sesuai amanat Nawa Cita,’’ tegas Zulkarnain.

Salah satu yang akan didorong yakni revisi undang-undang peternakan. Selama ini ketentuan itu dinilai tidak mencerminkan keberpihakan pada peternak rakyat. Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi Iwan Karmawan menyambut positif digelarnya kongres peternak rakyat.

“Kongres bisa mengangkat harkat dan derajat para peternak kecil,” tutur Iwan.

Iwan mengatakan, Sukabumi terkenal sebagai produsen perunggasan nasional. Namun, dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar.

loading...
loading...