Inilah Waktu Panen ALPU yang Tepat


Pertanianku – Pembesaran ALPU bertujuan meng-hasilkan ayam kampung pedaging komersial dengan berat badan standar permintaan pasar. Pemeliharaan masa akhir atau masa panen saat memasuki umur 6 minggu sampai 12 minggu sebagai kelanjutan dari pemeliharan masa grower. Jika menggunakan DOC ALPU yang memiliki potensi genetik dan keseragaman yang baik, sejak akhir umur 6 minggu, ALPU telah mulai dapat dipanen dengan seleksi (performance selection). Jika ALPU dipelihara secara intensif tanpa pemisahan jenis kelamin (unsex), akhir umur 6 minggu, ALPU jantan telah dapat dipanen dan masyarakat biasanya menyebutnya sebagai “ayam belah empat”. Ayam belah empat yaitu ALPU muda yang berat karkasnya antara 0,7—1,0 kg.

Masa Pemeliharaan ALPU Lebih Singkat

Pemanenan harus dilakukan tepat waktu dengan pertimbangan ekonomis. Melalui sistem pemeliharaan intensif dengan menerapkan seleksi dan manajemen pemeliharaan terpadu, ALPU jantan telah dapat dipanen sejak umur 6 minggu sekitar 30% dari populasi dengan kisaran berat badan 0,78—0,85 kg, sedangkan pemanenan pada umur 7 minggu berat badan komersial ALPU mencapai 0,9—1,0 kg. Persentase jumlah ALPU yang siap dipanen terus akan meningkat sejalan dengan pertambahan umur sampai pada umur 9 minggu, yaitu umur komersial maksimal tercapai.

Pemanenan ALPU jantan dan betina yang dipelihara terpisah biasanya layak dilakukan setelah melawati masa 8 minggu untuk betina.  Hal ini karena pertumbuhan ALPU betina masih lebih lambat dari ALPU jantan. Namun, pemeliharaan dengan sistem terpisah akan mampu memaksimalkan pertumbuhan ALPU betina sehingga tidak bersaing dengan ALPU jantan, terutama dalam memperoleh makanan.

Masa pemeliharaan finisher ALPU dianjurkan tidak lebih dari 12 minggu. Hal ini disebabkan peternak secara ekonomi akan memperolehkeuntungan maksimal pada umur tersebut jika dipasarkan sebagai ayam pedaging. Prinsipnya, ALPU yang dipelihara untuk usaha pembesaran sebaiknya segera dijual jika telah layak dipasarkan dan telah diminta oleh konsumen.

Baca Juga:  Lebih Sehat Daging Kambing atau Daging Domba? Ini Jawabannya!

 

Sumber: Buku Ayam Kampung Pedaging Unggul

 

 

loading...
loading...