Inovasi Mahasiswa UGM Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Gas Hidrogen


Pertanianku — Enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Green Energy mencoba memanfaatkan limbah sawit cair jadi gas hidrogen melalui proses fermentasi.

memanfaatkan limbah sawit cair jadi gas hidrogen
Google Image

“Kita menggunakan mikrobia yang potensial mengolah limbah sait ini menjadi hidrogen,” kata Cahaya Prautama salah satu anggota tim dikutip dari detik.com, Kamis (16/11).

Di Indonesia ada sekitar 1.599 perusahaan sawit. Namun, limbah sawit cair berupa Palm Oil Mill Effluent (POME) itu belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, sekitar 27% dari total limbah tersebut potensial untuk dijadikan bahan bakar energi terbarukan.

Dalam keterangannya, mereka tidak menyebutkan jenis mikroba yang digunakan untuk mengolah limbah menjadi hidrogen. Akan tetapi, Cahaya mengatakan, mikroba tersebut digunakan untuk membantu proses fermentasi limbah sawit dalam menghasilkan hidrogen.

“Gas hidrogen bisa dipanen menggunakan gas chromatography untuk proses memisahkan gas hidrogen dengan gas lain,” ujarnya.

Cahaya menegaskan, penelitian ini dudah diuji di berbagai laboratorium Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Teknik di kampus UGM selama enam bulan.

Ia menjelaskan, hasil riset berupa produk hidrogen ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar dari sumber energi terbarukan. Bahkan, bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar pembangkit listrik.

“Daya bakarnya 2,75 kali lebih besar dibandingkan minyak bumi atau hidrokarbon,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota tim lainnya, yaitu Fano Alfian mengatakan ia bersama rekan-rekannya tengah berupaya mengembangkan lebih lanjut. Mereka juga berencana menawarkan penelitian ini pada perusahaan industri sawit. Apabila perusahaan tersebut tertarik untuk menganalisis produksi gas hidrogen dari pabrik sawit mereka.

“Tidak menutup kemungkinan kita pun akan membangun sebuah industri kecil untuk produksi hidrogen,” katanya.

Ide bisnis yang dihasilkan keenam mahasiswa UGM ini mendapat penghargaan dari Universitas Teuku Umar Awards (UTU Awards). Hasil riset mereka mampu menyisihkan 511 tim.

Baca Juga:  Suasana Meriah di Indonesia Internasional Pet Expo 2018

Mereka dinobatkan sebagai juara pertama untuk kategori Riset Unggulan berbasis Kewirausahaan UTU Award yang dilaksanakan pada 9—11 November 2017 Meulaboh, Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam.

loading...
loading...