Inpari Arumba, Beras Merah Kaya Antioksidan

Pertanianku— Saat ini sudah ada beberapa varietas padi khusus yang dilepas oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Varietas tersebut tidak hanya dapat menjadi sumber energi, tetapi juga mengandung pigmen yang tinggi seperti Jeliteng, Pamelen, Pamera, dan Inpari Arumba.

inpari arumba
foto: Pixabay

Varietas Inpari Arumba merupakan beras merah yang mengandung antosianin (senyawa fenolik) yang bersifat sebagai antioksidan. Kandungan tersebut berfungsi untuk menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit pada tubuh manusia.

Antioksidan sangat berguna untuk melindungi organ tubuh dari serangan penyakit dan membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Inpari Arumba merupakan beras merah yang pulen, beraroma, dan bermanfaat untuk kesehatan. Nama Arumba berasal dari kata “arum” yang berarti wangi dan “abang” berarti merah.

Varietas ini merupakan hasil persilangan antara varietas padi aromatik Sintanur dengan beras merah Bahbutong yang tahan terhadap serangan hama wereng cokelat. Hasil persilangan tersebut menghasilkan beras yang mengandung fenolik tinggi, amilosa kurang lebih 16,15 persen.

Varietas persilangan ini berpotensi menghasilkan 10,67 ton per hektare dengan rata-rata hasil 6,12 ton per hektare.

Keunggulan lain dari Inpari Arumba adalah tahan terhadap serangan wereng cokelat biotipe 1 dan agak tahan terhadap biotipe 2, biotipe 3, serta 4 ras utama blas daun.

Rasa beras merah ini enak dengan tekstur yang pulen dan wangi. Kualitas rasa tersebut mampu mengatasi stigma masyarakat bahwa beras meras merah tidak beraroma sehingga kurang enak dimakan.

Selama ini beras merah masih dikonsumsi secara terbatas. Beras ini hanya dikonsumsi oleh pegiat hidup sehat atau mereka yang memiliki kondisi penyakit tertentu. Dengan adanya Inpari Arumba, diharapkan masyarakat dapat tetap mengonsumsi beras merah yang sehat dan sesuai dengan selera.

Baca Juga:  Kiat Membuat Kompos yang Mudah dan Cepat

Padi merah Inpari Arumba termasuk golongan cere dengan umur tanaman 113 hari, tinggi tanaman mencapai 119,2 cm, tahan rebah, rata-rata jumlah gabah isi per malai sekitar 130 butir, posisi daun bendera tegak, bentuk gabah medium, beras pecah kulit sekitar 78,56 persen, rendaman beras giling sekitar 70,76 persen, rendaman beras kepala 80 persen, dan butir kapur beras sekitar 0,77 persen.