Instalasi Karantina Hewan Terbesar di Indonesia Diresmikan di Pangkalan Bun


Pertanianku — Instalasi Karantina Hewan (IKH) seluas hampir 5 hektare telah diresmikan oleh pemerintah Indonesia. IKH yang diresmikan pada Jumat (3/11) ini dibangun Balai Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Instalasi Karantina Hewan
Google Image

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Banun Harpini menuturkan, IKH yang dibangun di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai adalah yang pertama dan terbesar di Indonesia. Fasilitas yang terletak sekitar 12 kilometer dari Kota Pangkalan Bun ini bisa menampung sebanyak 600 ekor sapi.

“Ada 7 Instalasi Karantina Hewan, di Jayapura, Balikpapan, yang pertama di sini. Yang di Balikpapan lebih besar, tapi masih dalam tahap finishing, belum bisa dipakai. Yang sudah bisa dipakai yang terbesar ya di Pangkalan Bun,” kata dia sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/11).

IKH yang dibangun mulai 2015 itu menghabiskan biaya sekitar Rp15 miliar dari APBN. Banun menjelaskan, hal itu karena tanahnya luas, ke depannya IKH ini bisa dikembangkan lagi.

“Sampai dengan kapasitas 2.000 ekor sapi,” ujarnya.

Dipilihnya Pangkalan Bun sebagai tempat pembangunan IKH, karena peternakan sapi di wilayah ini sudah tumbuh pesat, melalui program integrasi sapi-sawit.

“Kalau sapi mau dikembangkan, apakah indukan, atau sapi bakalan yang mau digemukkan kan perlu instalasi. Jadi kami melengkapi salah satu kebutuhan masyarakat Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah,” papar Banun.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah berharap, cita-cita daerahnya menjadi produsen daging dapat segera terwujud dengan dibangunnya IKH ini.

Melalui IKH, kualitas dan kesehatan hewan ternak yang didatangkan untuk dikembangkan di daerahnya bisa dikontrol.

Saat ini, dua korporasi PT Sulung Ranc di bawah bendera Citra Borneo Indah (CBI) Group, serta PT Agro Menara Rahmat (AMR) di bawah bendera Grup Astra Agro Lestari, tengah mengembangkan peternakan sapi di hamparan sawitnya. Selain itu, sapi-sawit sukses dikembangkan oleh Kelompok Tani Subur Makmur, di Desa Pangkalan Tiga, Kotawaringin Barat.

Baca Juga:  Menyusul Telur, Kini Harga Cabai Rawit pun Melonjak Tajam

Bila digabungkan dari ketiga pengelola program integrasi sapi-sawit itu, sudah tersedia sebanyak lebih dari 10.000 ekor di Kotawaringin Barat.

Hadir pula pada peresmian IKH Anggota Komisi IV DPR-RI, Rahmat Nasution Hamka. Ia berharap, kelak ketika ketersediaan hewan potong sudah lebih dari cukup, masyarakat bisa memperoleh daging dengan harga yang lebih murah.

“Jangan sampai harga daging di Sampit dan daerah lainnya lebih rendah, padahal penyedia dagingnya di Pangkalan Bun,” uajar Rahmat.

loading...
loading...