Intensitas Cahaya Matahari Untuk Budidaya Kopi

Pertanianku – Umumnya kebun-kebun yang gelap menghasilkan buah lebih sedikit dibandingkan dengan kebun yang lebih terang. Hal ini disebabkan oleh pembentukan bakal bunga terhalang dalam intensitas cahaya terlalu kecil (naungannya terlalu gelap). Sebaliknya, apabila intensitas cahaya terlalu besar (tanpa naungan), tanaman akan mengalami gejala ”kelebatan buah” (overbearing, overdracht) yang akan berakibat merugikan pertumbuhan tanaman, khususnya kopi arabika.

Intensitas Cahaya Matahari Untuk Budidaya Kopi

Di daerah dengan iklim basah, musim hujan merata sepanjang tahun dan sering berawan. Intensitas sinar matahari menjadi rendah sehingga umumnya tanaman kopi berbunga sedikit. Hal itu disebabkan oleh pengaruh interaksi antara periodisitas danintensitas cahaya terhadap pembentukan primordia bunga kopi. Tanaman kopi merupakan tanaman hari pendek, tetapi mampu membentuk primordia bunga pada hari panjang, asalkan intensitas cahaya yang diterima tanaman kopi menurun sampai tingkat tertentu. Adanya penurunan intensitas cahaya matahari di daerah basah adalah mudah untuk diterangkan, yaitu adanya penghalang berupa awan dan hujan. Di samping itu, peneliti terdahulu tela menyimpulkan bahwa jumlah primordia bunga kopi yang terbentuk di daerah basah lebih sedikit dibandingkan primordia yang terbentuk di daerah dengan iklim kering tegas. Hal tersebut disebabkan oleh intensitas cahaya matahari di daerah basah kurang memenuhi syarat untuk keperluan perkembangan primordia bunga.

Loading...

Selama periode hari pendek, khususnya di Pulau Jawa, matahariberedar pada garis lintang yang terletak di sebelah utara garis khatulistiwa. Dengan demikian, segmen pohon kopi yang terletak di bagian utara akan memperoleh cahaya matahari lebih banyak daripada segmen sebelah selatan. Hal ini antara lain terlihat dari adanya perbedaan isi dompolan (jumlah buah per dompolan) buah kopi pada segmen cabang yang berada di sebelah selatan rata-rata cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan segmen cabang yang berada di sebelah utara. Berikut hasil pengamatan di Perkebunan Margosuko, Malang, Jawa Timur (Pengamatan ini dilakukan terhadap buah kopi yang dihasilkan masing-masing segmen cabang saat panen kopi robusta pada bulan Juli— September).

Baca Juga:  Cara Menjaga Kualitas Bunga Cengkih yang Sudah Dipanen

Berdasarkan Tabel 5, jumlah buah per dompol yang terbanyak terletak pada segmen utara dan timur, sedangkan jumlah buah per dompol di segmen barat berada di pertengahan (intermediate) antara segmen utara/timur dan selatan. Walaupun segmen timur dan barat tentunya memperoleh cahaya yang sama, ternyata  jumlah buah per dompol berbeda. Hal ini agaknya disebabkan oleh segmen timur mempunyai kecepatan fotosintesis (rate of photosynthesis) lebih tinggi dari segmen barat hampir sepanjang hari (pukul 06.00—15.00). Hanya sebentar saja pada sore hari (pukul 15.00—17.00) segmen ini mempunyai fotosintesis lebih besar daripada segmen timur.

 

Sumber: Buku Kopi

 

Loading...
Loading...