International Farming Technology (IFT) Expo 2018


Pertanianku International Farming Technology (IFT) Expo akan kembali digelar untuk yang ke-4 kalinya. IFT Expo yang dihelat oleh PPI (Pelita Promo Internusa) ini juga menyelenggarakan event pameran lainnya, yakni Refrigeration & HVAC Indonesia, International Indonesia Seafood and Meat Expo, dan Solar & Energy Storage Indonesia.

International Farming Technology
Foto: farmingtechnology-expo.com

Acara berskala internasional ini akan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada 26—28 September 2018 mendatang. Acara ini adalah tempat yang tepat untuk menemukan potensi industri. Di sana, Anda bisa menjelajahi dan mengenal penemuan terbaru dalam industri perkebunan dan pertanian.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan pengalaman paling komprehensif dengan peluang jaringan untuk berbagai bidang dengan para pemain industri pertanian dari seluruh dunia.

Potensi pengembangan pertanian Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan kepulauan terbesar di dunia dan memiliki potensi yang menggiurkan. Saat ini, Indonesia dianggap sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan produsen global kakao, karet, dan kopi yang terkemuka.

Sebagian besar, yakni sekitar 38,07 juta orang bekerja di industri pertanian. Negara ini juga mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat, yang menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap komoditas pertanian.

“Perkebunan dan pertanian, juga dengan energi adalah yang mendorong ekonomi kita. Ini telah menjadi fokus kami,” ujar Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) seperti dikutip Tempo.co.

Pernyataan itu selaras dengan rencana induk Indonesia pada 2015, yakni memosisikan pertanian sebagai penggerak ekonomi utama. Pemanfaatan teknologi canggih akan menjadi kunci yang memicu penelitian baru dan solusi inovatif untuk meningkatkan kapasitas produksi.

IFT 2018 Expo akan menampilkan hal-hal terbaru di sektor pertanian seperti agro kimia & pestisida, sistem & peralatan irigasi, mesin multifungsi, serta peralatan & pasokan hidroponik.

Baca Juga:  Manfaat dan Dampak Positif Pertanian Berkelanjutan