Itik Alabio Cocok Diternakkan di Lahan Rawa

Pertanianku — Petani di lahan rawa biasanya melakukan kegiatan usaha lain untuk menambah pemasukan mereka. Pasalnya, jika hanya mengandalkan komoditas pertanian, pendapatan yang didapatkan masih kurang untuk mencukupi kebutuhan. Kegiatan usaha yang dilakukan adalah ternak, seperti ternak sapi, ayam, lele, patin, atau itik alabio.

itik alabio
foto: Pertanianku

Itik alabio terkenal dengan kemampuannya dalam memproduksi telur sebanyak 220—250 butir/tahun. Produksi telur tersebut lebih banyak dibandingkan dengan jenis itik lainnya. Bobot rata-rata telur yang dihasilkan adalah 60 gram. Masa produksi itik terbilang cukup panjang, yakni sekitar 10,5 bulan sehingga hasil yang didapatkan dari ternak itik tersebut bisa dijadikan pemasukan tambahan selama komoditas pertanian masih dalam tahap pertumbuhan.

Budidaya itik alabio bisa dilakukan dengan tiga sistem pemeliharaan, yaitu pemeliharaan ekstensif, intensif, dan campuran.

Ekstensif merupakan sistem pemeliharaan tradisional. Jumlah itik yang dipelihara tidak diperhatikan oleh peternak. Peternak juga tidak memerhatikan rasio antara jantan dan betina. Tindakan perawatan yang diberikan seadanya saja dengan menu dan waktu pemberian pakan yang tidak menentu.

Itik dibiarkan mencari makan sendiri di daerah rawa. Di beberapa daerah, sistem ternak ini dinamai sistem lanting dan masih banyak yang melakukannya karena merupakan kearifan lokal. Sistem pemeliharaan ekstensif menggunakan kandang yang terbuat dari bambu atau kayu galam. Besar ukuran kandang disesuaikan dengan kebutuhan dan dibangun di atas air atau rawa.

Pemeliharaan intensif adalah sistem pemeliharaan yang mengandalkan sepenuhnya itik yang dipelihara di dalam kandang. Peternak akan menyediakan pakan secara rutin. Peternak yang menggunakan sistem intensif akan lebih mudah memantau kondisi itiknya. Selain itu, kegiatan beternak tidak bergantung pada musim dan hasil produksi bisa dikontrol dengan perawatan tambahan.

Baca Juga:  Tips Memelihara Ayam Elba Petelur Berkualitas

Pemeliharaan semi-intensif atau campuran merupakan sistem pemeliharaan tradisional yang digabung dengan prinsip-prisip modern. Pada sistem ini, itik akan dilepas ke rawa jika di rawa terlihat banyak sumber pakan, tetapi itk tetap mendapatkan pakan berupa protein hewani secara rutin. Protein hewani yang diberikan adalah ikan-ikan kecil, gondang, siput, dan udang kecil.

Sistem perawatan semi-intensif bisa menghasilkan telur sebanyak 200 butir/ekor/tahun. Hasil telur yang didapatkan lebih tinggi dibandingkan sistem tradisional.

 


loading...