Itik Gunsi PKC, Itik Pedaging Unggul

Pertanianku Itik gunsi PKC (Peking Khaki Champbell) adalah itik pedaging unggul yang berpotensi dikembangkan di Indonesia. Saat ini Kementerian Pertanian terus berupaya melestarikan Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) dengan melakukan pemuliaan untuk mendapatkan bibit ternak bermutu. Salah satu rumpun yang sedang dilestarikan adalah itik gunsi PKC.

itik gunsi PKC
foto: ilustrasi Pertanianku

Agung Suganda, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, menjelaskan, itik gunsi PKC merupakan sumber genetik yang perlu dikembangkan karena dapat menjadi sumber ketahanan pangan nasional. Selain itu, pelestarian rumpun ini sudah ditetapkan oleh Menteri Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 366/Kpts/PK.020/M/5/2019 tentang Pelepasan Rumpun Itik Gunsi PKC.

“Untuk itu, kami menerapkan langkah pelestarian melalui penetapan dan pelepasan rumput atau galur ternak lokal untuk menjaga dari kepunahan,” terang Agung seperti dilansir dari laman ditjenpkh.pertanian.go.id.

Agung mengatakan, itik lokal sudah sejak lama digunakan sebagai sumber protein hewani di pedesaaan. Berdasarkan data statistik peternakan 2021, populasi itik di Indonesia mencapai 50 juta ekor. Tercatat, ada kenaikan jumlah populasi dari 2020 ke 2021 sebesar 2 juta ekor. Populasi itik terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat sebesar 9,9 juta ekor, selanjutnya di Jawa Timur sebanyak 6,6 juta ekor, Jawa Tengah 5,5 juta ekor, dan Sulawesi Selatan sebanyak 5,2 juta ekor.

Ke depan, pengembangan itik akan menerapkan kompartemen bebas flu burung Indonesia yang sudah dipublikasi pada website Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). Dengan begitu, hasil peternakan itik di Indonesia dapat diekspor ke luar negeri.

“Itik pedaging merupakan salah satu komoditi yang akan terus dikembangkan di Indonesia karena makin hari konsumen daging itik makin meningkat yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat peternak,” tambah Agung.

Baca Juga:  Kotoran Sapi Sumber Pendapatan Tambahan Bagi Peternak

Persilangan antara itik peking dan itik khaki campbell sudah dimulai sejak 2021. Itik peking dipilih karena dapat memproduksi daging yang cukup tinggi, sedangkan itik khaki champbell memiliki produksi telur yang baik.

“Hasil persilangan ini untuk membentuk rumpun baru tipe pedaging yang dapat beradaptasi di Indonesia yang disebut dengan itik gunsi PKC,” kata Aang Hendra, Pemilik PT Perkasa Genetika (PT PPG).