Izin Ekspor Tanaman Hias Dipangkas Jadi 3 Jam


Pertanianku — Kementerian Pertanian menerapkan kebijakan akselerasi ekspor dengan memangkas waktu memproses surat izin ekspor benih hortikultura, termasuk salah satunya izin ekspor tanaman hias dari delapan hari kerja menjadi tiga jam.

izin ekspor tanaman hias
Foto: Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian

Penerbitan surat izin ekspor ini hanya berlaku bagi perusahaan yang dokumennya lengkap dan benar. Dimulai dari pemeriksaan kebenaran dan kelengkapan dokumen di Direktorat Jenderal Hortikultura untuk pengurusan perizinan ekspor benih hortikultura.

“Ini sejalan amanat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menyiapkan karpet merah bagi eksportir. Hari ini kami realisasikan, kami telah terbitkan 5 dokumen izin ekspor benih tanaman hias dalam waktu kurang dari 3 jam,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Kementan, Suwandi, seperti dikutip dari Republika, Rabu (21/11).

Ia mengatakan, 5 izin ekspor yang diterbitkan tersebut, yakni pertama, ekspor 2.600 buah tanaman hias sukulen ke Filipina. Kedua, ekspor 3 ribu buah tanaman sukulen ke Amerika Serikat. Ketiga, ekspor 2 ribu buah tanaman sukulen ke Myanmar. Keempat, ekspor 400 buah tanaman sukulen ke Italia, dan kelima, ekspor 400 buah tanaman sukulen ke Prancis.

“Ini ekspor tanaman hias dengan berbagai varietas seperti agave, echeveria, haworthia, sansevieria, cactus, senecio, crassula, opuntia dan lainnya. Senin kemarin juga memproses izin ekspor 800 ribu pieces (buah) dracaena ke Malaysia dan tujuh pieces (buah) graptopetalum ke Jepang,” beber Suwandi.

Ia pun menegaskan, proses izin ekspor saat ini dilakukan serba cepat dalam pelayanan. Jika dokumen pengajuan dari eksportir sudah lengkap dan benar, Direktorat Jenderal Hortikultura langsung memproses kurang dari tiga jam. Sebaliknya, jika dokumennya belum lengkap dan benar, langsung diminta untuk segera melengkapi persyaratan.

“Bagi eksportir yang sudah terbiasa melakukan ekspor, biasanya berkasnya rapih dan lengkap.  Untuk eksportir yang baru, akan dibimbing, kita dampingi dan kita bantu menyelesaikan persyaratannya sampai lengkap,” tegasnya.

Baca Juga:  Teknik Budidaya Tanaman Hias Anyelir untuk Pemula

Sementara untuk pelayanan ekspor benih hortikultura, Suwandi menuturkan akan dilakukan terobosan baru dan percepatan dengan merevisi Permentan Nomor 17 Tahun 2018, semula delapan hari direvisi menjadi tiga jam. Proses izin ekspor benih ini dilakukan secara online mencakup pengecekan dokumen administrasi, pengecekan identitas produsen benih, serta verifikasi jenis tanaman dan varietas yang boleh diekspor.

“Dengan perubahan ini kami membuka selebar-lebarnya ekspor produk hortikultura. Ini penting karena kontribusi ekspor komoditas hortikultura cukup tinggi. Ekspor total hortikultura segar Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp1,28 triliun, naik 27 persen dibanding Januari sampai Agustus 2017 yang hanya Rp0,94 triliun,” pungkasnya.