Jaga Keamanan Pangan Agar Terhindar Bahaya

Pertanianku — Ibu rumah tangga biasanya senang menyimpan persediaan bahan pangan di rumah dengan jumlah yang cukup banyak. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keamanan pangan tersebut agar terhindar dari tiga bahaya berikut ini.

keamanan pangan
Foto: Pixabay

“Bahaya keamanan pangan itu ada tiga, pertama datang dari mikrobiologi, kedua karena bahan kimia dan ketiga fisik,” kata Professor in Food Chemistry, Department Food Science and Technology IPB, Prof. Dr Nuri Andarwulan di Jakarta, mengutip Republika.

Bahaya keamanan pangan dari mikrobiologi terdiri atas mikroba, virus, protozoa, dan parasit. Mikroba menjadi yang paling sering ditemukan dalam makanan, sedangkan virus jarang ada karena biasanya tidak tahan panas.

Loading...

Untuk paparan kimia di antaranya mikotoksin, toksin alami, pestisida, antibiotik, pupuk, logam berat, dan bahan kimia berbahaya seperti, boraks serta formalin. Pangan kacang biasanya mengandung mikotoksin, setelah panen sebaiknya kacang cepat dikeringkan untuk menghindari senyawa ini.

Kedelai memiliki toksin alami, untuk itu sebaiknya tidak dimakan dalam keadaan mentah karena berbahaya. Namun, memang kebanyakan kedelai sudah diolah terlebih dahulu, baik itu direbus, atau digoreng.

Logam berat juga menjadi masalah dalam industri besar, menengah, dan rumah tangga. Logam berat berasal dari tanah, tempat di mana pangan tumbuh. “Seharusnya setiap negara sudah dipetakan, di mana tempat yang aman untuk lahan pertanian,” kata dosen Ilmu Teknologi Pangan IPB ini.

Bahan kimia berbahaya masih banyak dipakai di industri makanan, padahal ini tidak boleh digunakan. Oknum yang menggunakan bahan kimia contohnya, pada kerupuk berwarna merah dengan menggunakan rhodamin B karena harganya lebih murah.

Sementara itu, untuk bahaya fisik dari pangan di antaranya gelas, kayu, batu, logam, serangga, tulang, plastik, dan barang personal.

Baca Juga:  5 Tanaman Ajaib Pencegah Kanker Payudara dan Serviks
Loading...
Loading...