Jaga Kelestarian Jalak Bali dengan Penangkaran dan Pelepasliaran


Pertanianku — Untuk menjaga kelestarian jalak bali, Kementerian Kehutanan melalui Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memberikan izin kepada 25 penangkaran pengembangbiakkan burung jalak bali pada 2011 silam. Sejalan dengan hal tersebut, Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Jalak Bali Yayasan Bengawan resmi dibuka.

kelestarian jalak bali
Foto: Pixabay

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Yayasan Bengawan, Rabu (23/05/2018), pusat penangkaran dan pelepasliaran ini diresmikan oleh pendiri yayasan, Bradley dan Debora Gardner. Selain itu, turut pula perwakilan Bupati Gianyar dari Dinas Pertanian bidang Peternakan, Ngakan Putu Riadi, perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Dewa Made Rupa, dan Kepala Desa Melinggih Kelod I Nyoman Suwardana.

Lantas, kenapa burung jalak bali yang dilestarikan?

International Union for Conservation of Natur and Natural Resources (IUCN) pada 1996, mengategorikan burung jalak bali ke dalam red data book, buku katalog berisi flora dan fauna yang terancam punah. Maka dari itu, untuk menjaga keberlangsungan hidup jalak bali, Yayasan Bengawan telah menjalankan program konservasi jalak bali sejak 1999.

Hingga saat ini, Yayasan Bengawan telah melepasliarkan 65 ekor jalak bali. Sayangnya, jalak bali yang telah dilepasliarkan ini banyak yang kembali ditangkap oleh pemburu liar.

Menurut data terbaru, Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Jalak Bali Yayasan Bengawan ini merawat 53 ekor dan pusat penangkaran ini sudah terbuka untuk umum. Walau begitu, bagi siapa pun yang ingin berkunjung, dianjurkan untuk menghubungi Yayasan Bengawan terlebih dahulu.

“Perburuan dan penangkapan burung untuk hewan peliharaan masih menjadi masalah utama,” jelas Dewa Made Rupa.

Mengutip tulisan Agus Prijono dalam Majalah National Geographic Indonesia, tantangan besar bukan lagi berasal dari perburuan liar saja. Namun juga berasal dari pemangsaan dan juga alam yang turut berubah. Kawasan taman nasional yang kering memerlukan campur tangan manusia agar jalak bali mampu bertahan.

Baca Juga:  Terungkap! Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?

Hal itu sejalan dengan program konservasi berbasis masyarakat di Melinggih Kelod yang telah dijalankan oleh Yayasan Bengawan sejak Oktober 2017. Yayasan Bengawan memutuskan untuk bermitra bersama masyarakat setempat untuk memastikan adanya dukungan terhadap pelestarian jalak bali serta pemantauan terhadap burung yang dilepasliarkan.