Jagung Impor Belum Semua Tersalurkan ke Peternak, Apa Penyebabnya?

Pertanianku – Kebutuhan jagung sebagai pakan ternak memang cukup tinggi di Indonesia. Bahkan, hingga kini petani lokal belum mampu memenuhinya. Untuk itu, pemerintah melakukan impor melalui Perum Bulog. Namun, ternyata langkah tersebut belum menjadi solusi. Sebab menurut Bulog, pihaknya memang belum menyalurkan semua jagung yang dimpor dari Brazil pada akhir 2016 lalu. Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, saat ini masih tersisa 62 ribu ton jagung untuk keperluan pakan ternak yang belum terserap.

Djarot mengatakan komunikasi yang tidak lancar antara Bulog dan peternak menjadi penyebab utama keterlambatan penyerapan tersebut. Selama ini, peternak kerap mengeluh pakan langka. Sementara itu, Bulog juga belum mampu menyalurkan semua stok jagung impor yang ada.

Karena penyerapan yang lamban itu, Djarot juga mengakui sebagian sisa jagung sudah mengalami penurunan mutu. “Makanya kita perlu segera bergerak sebelum makin banyak yang turun mutu. Karena itu kan potensi kerugian,” kata Djarot, usai melakukan audiensi dengan sejumlah peternak di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu seperti melansir Republika.

Pada kesempatan itu pula, salah seorang peternak ayam asal Kendal, Jawa Tengah bernama Suardi mengaku beberapa kali menerima jagung yang kondisinya sudah tak lagi bagus. Oleh karenanya, ia telah merugi akibat harus menanggung biaya ongkos memulangkan kembali truk berisi pakan ternak itu ke gudang Bulog.

Peternak lain, Untung Suprana, juga mengeluhkan hal yang sama. Selain kondisi barang yang buruk, ia juga mengeluhkan mahalnya harga pakan ternak. Sementara itu, harga telur justru anjlok.

Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, Djarot menyatakan bahwa Bulog siap memfasilitasi keinginan peternak. Ia meminta agar ke depan peternak memberi masukan pada Bulog mengenai pakan yang mereka inginkan.

“Tentunya peternak kan punya jaringan. Tolong kasih tahu ke Bulog kalau ada yang kualitasnya cocok, harganya cocok, biar saya bayarin, saya kirim ke tempat peternak mau,” ungkapnya.

loading...
loading...