Jagung Indonesia Punya Kualitas yang Tak Kalah dengan Produk Impor

Pertanianku — Produksi jagung Indonesia dinilai masih layak dan mampu mencukupi ketersediaan untuk menutupi kebutuhan nasional. Bahkan, produk jagung nasional mampu bersaing di pasar regional sehingga janggal jika dikategorikan produksi jagung nasional kalah saing dengan impor.

jagung Indonesia
Foto: Pixabay

“Indonesia sudah bisa ekspor (jagung) ke ASEAN, seperti pernah ke Filipina dan Malaysia. Produksi jagung juga dipacu agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Ketua Umum Dewan Jagung Nasional (DJN) Fadel Muhammad seperti dilansir Republika, Sabtu (24/8).

Ia mengungkapkan, terkait produktivitas jagung, Indonesia sebenarnya tidak perlu merasa khawatir. Pasalnya, ada 22 daerah yang digolongkan sentra jagung tersebar di Tanah Air. “Seperti di antaranya ada wilayah provinsi di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Lampung, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat,” imbuhnya.

Loading...

Ia berpendapat, produksi jagung yang cukup di Indonesia juga menyangkut dengan kehidupan dan kepentingan ketahanan pangan nasional. Termasuk mendukung kemajuan subsektor peternakan. Fadel mencontohkan, dapat saja menjadi awal pengembangan subsektor industri unggas di wilayah sentra jagung sehingga tidak lagi mengandalkan jagung impor sebagai pakan ternak.

Selain itu, dengan mendorong produktivitas jagung nasional akan menyentuh kesejahteraan taraf hidup petani. Mengandalkan jagung impor untuk domestik bakal membuat ekonomi dan pendapatan petani lokal menurun.

“Impor jagung juga memalukan produksi dalam negeri. Jagung Indonesia itu punya banyak varietas unggulan. Wilayah penghasilnya juga banyak,” ujar Fadel.

Oleh karena itu, Fadel mencurigai adanya ulah mafia pangan dan dugaan mencari keuntungan lebih melalui cara tidak wajar dari gencarnya keinginan mengimpor jagung.

Terkait jagung Indonesia, Presiden Jokowi pernah mengungkapkan bahwa pada 2018, Indonesia sudah mampu ekspor sebanyak 380 ribu ton. Kemudian, selama 2014—2018, Indonesia juga sudah mampu menekan impor jagung sebesar 3,3 juta ton. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional pada 2014 adalah 19,0 juta ton. Peningkatan produksi jagung juga meningkat pada 2015 menjadi 19,6 juta ton.

Baca Juga:  Seorang Nenek di Australia Tewas Dipatuk Ayam

Tren kenaikan produksi jagung terus berlanjut pada 2016 menjadi 23,6 juta ton. Lalu, pada 2017 produksi jagung mencapai 28,9 juta ton. Produksi jagung Indonesia 2018 kembali melonjak hingga mencapai 30 juta ton. Sementara, kebutuhan pasokan jagung untuk pakan ternak dan industri saat ini di Indonesia mencapai 7,8—11,1 juta ton.

Loading...
Loading...