Jakarta Masih Punya Harta Karun, Seperti Apa Ya?


Pertanianku — Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Hutan Lindung Angke Kapuk merupakan salah satu kawasan konservasi alami yang masih tersisa di ibu kota Indonesia dan merupakan hutan mangrove terakhir di Jakarta. Karena inilah, SMMA menjadi harta karun bagi Jakarta yang kini telah dipadati gedung-gedung pencakar langit.

harta karun
Foto: Google Image

SMMA memiliki luas 25,02 hektare, sedangkan Hutan Lindung Angke Kapuk mempunyai luas 44,76 hektare. Belum banyak masyarakat yang mengetahui kawasan ini karena memang dikelilingi perumahan mewah. Padahal, kawasan ini sebenarnya memiliki peran penting untuk membuat laut Jakarta tetap terjaga dan mencegah terjadinya banjir pasang surut air laut.

Kedua kawasan ini memiliki banyak keragaman hayati. Karena itu, kedua kawasan ini menjadi tempat favorit bagi berbagai jenis burung. Sekitar 117 jenis burung terdapat di kawasan tersebut yang dua di antaranya dilindungi secara internasional, yaitu bubut jawa (Centropus nigrorufus) dan jalak putih (Sturnus melanopterus). Kedua burung ini berstatus terancam punah dan sangat terancam punah.

Bubut jawa (Centropus nigrorufus) berukuran 46 cm, berwarna gelap. Kepala, punggung, paruh, kaki serta ekornya juga berwarna hitam mengkilat, sedangkan sayapnya merah karat dan iris matanya berwarna merah.

Bubut jawa dapat dijumpai di daerah rawa-rawa di pinggir pantai, semak-semak paku laut, padang ilalang sekitar mangrove, semak dan padang rumput dekat aliran sungai. Burung ini merupakan endemik Pulau Jawa atau hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa.

Di Jakarta, bubut jawa hanya dapat ditemukan di kawasan SMMA dan Hutan Lindung Angke Kapuk. Makin sempitnya tempat hidup bubut jawa, dianggap sebagai ancaman utama kelangsungan hidup burung ini. Habitat burung langka ini yang berada di kawasan pesisir mempunyai nilai ekonomi tinggi apabila diubah menjadi kawasan pemukiman, tambak, kawasan perindustrian atau pelabuhan.

Baca Juga:  Hati-hati, Tanaman Mirip Daun Peterseli Ini Beracun dan Mematikan

Sementara itu, jalak putih (Sturnus melanopterus) berukuran sekitar 20—25 cm. Di alam, burung ini kebanyakan bersarang di lubang-lubang pohon. Populasi burung jalak putih sekarang ini sangat memprihatinkan sehingga perlu adanya tindakan untuk melestarikan keberadaannya.

Jalak putih merupakan burung yang sangat terancam punah. Di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta, populasi burung ini hanya diperkirakan berjumlah 4—6 ekor. Burung jalak putih termasuk burung langka yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.