Jambu Bol, Tanaman Buah yang Sangat Mudah Dirawat

Pertanianku — Berbeda dengan beberapa jenis jambu lain, buah jambu bol agak jarang ditemukan dijual jika bukan pada musimnya. Tanaman buah jambu bol cukup mudah dibudidayakan. Buah jambu ini datang dari Malaysia, kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

tanaman buah jambu bol
foto: Pertanianku

Tanaman buah jambu bol tumbuh menjulang ke atas. Tingginya dapat mencapai lebih dari 10 m dengan percabangan tanaman rapat, mendatar sampai condong ke atas.

Tanaman jambu bol dapat tumbuh di semua jenis tanah, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1.200 m dpl. Itu sebabnya tanaman buah ini terbilang sangat mudah dirawat, bahkan Anda bisa mendapatkan pohon jambu bol yang rajin berbuah tanpa perlakuan khusus apabila kondisi tanah yang digunakan sudah tepat dan subur. Suhu udara yang dibutuhkan tanaman sekitar 20—35°C dengan pH tanah 5—6,5.

Rasa buah jambu bol terbilang cukup bervariasi, ada asam, sepat, dan agak manis. Daging buah bagian dalam bertekstur lunak, sedangkan bagian kulitnya agak keras. Kandungan air di dalam buah jambu bol terbilang rendah.

Jika Anda ingin membudidayakan tanaman jambu bol untuk kepentingan komersial, Anda perlu mengolah lahan yang akan digunakan dengan cara dicangkul, dibersihkan dari gulma, dan membuat lubang tanam.

Namun, jika Anda hanya menanamnya di pekarangan rumah, lahan tidak perlu dicangkul. Lahan yang akan digunakan cukup dibersihkan dari gulma dan buatkan lubang tanam. Setiap lubang tanam diberikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 20 kg.

Perawatan yang perlu Anda lakukan hanya berupa membuang parasit-parasit yang menempel pada batang tanaman dan benalu lainnya yang dapat mematikan tanaman.

Jangan lupa untuk memangkas tunas liar yang tumbuh tegak pada batang karena pertumbuhannya dapat mengganggu proses produksi buah. Buang daun-daun tanaman yang berbintil-bintil agar penyakit tersebut tidak menular ke daun yang masih sehat.

Baca Juga:  Kiat Menanam Terung Secara Organik

Buah jambu bol lebih lezat dikonsumsi dalam keadaan sudah benar-benar tua karena rasanya tidak begitu sepat dan menyegarkan. Kayu pohon bisa dimanfaatkan sebagai kayu bakar, tetapi kurang baik untuk digunakan sebagai bahan bangunan karena kurang tahan hujan dan mudah diserang rayap.