Jambu Palembang, Persilangan Antara Jambu Bangkok dan Australia


Pertanianku – Palembang melakukan persilangan buah yaitu persilangan antara jambu bangkok dengan jambu australia. Jambu hasil persilangan tersebut diberi nama jambu palembang karena yang menghasilkan persilangan buah tersebut adalah pembudidaya buah di Palembang.

Jambu Palembang, Persilangan Antara Jambu Bangkok dan Australia

Di masyarakat umumnya, Jambu ini sering disebut jambu harum manis karena rasa dan aromanya. Ukuran buah jambu palembang tergolong besar dengan daging buah yang agak tebal, tekstur daging buahnya lunak, dan memiliki rasa manis dengan aroma harum. Selain itu, Jambu persilangan ini tergolong jenis yang memiliki biji sedikit.

Jambu palembang dapat tumbuh di segala macam iklim dan lahan. Namun, hasil yang baik bisa diperoleh bila syarat tumbuhnya diperhatikan. Ketinggian tempat tumbuhnya hingga 1.000 m di atas permukaan laut. Tanah yang baik untuk pertumbuhannya ialah jenis tanah berpasir, gembur, serta banyak mengandung unsur organik.

Jambu Palembang dapat diperbanyak dengan benih, sekitar 70% semainya mempertahankan karakteristik umum dari pohon induknya. Benihnya dapat berkecambah dengan baik dalam waktu 15–20 hari sejak penyemaian dan viabilitasnya dalam jangka waktu yang panjang. Semai-semai dicabut dan dipindah-tanamkan ke pembibitan, ditanam berbaris atau dalam pot untuk dipelihara lebih lanjut sampai siap untuk ditanam di lapangan (setelah 6–12 bulan), atau untuk dilakukan penyambungan.

Jambu palembang yang ditanam untuk diambil buah segarnya diperbanyak secara klon. Di Asia Tenggara biasa melakukannya dengan teknik mencangkok, tetapi untuk jumlah yang besar dianjurkan untuk melakukan tempelan perisai atau tambalan (shield atau patch buddings) di atas batang bawah yang berasal dari semai.

Keberhasilan budidaya jambu palembang ini bergantung kepada suburnya pertumbuhan pohon induk dan batang bawahnya. Ranting yang bermata tunas hendaknya sudah dewasa yang akan ditandai dengan kulit kayu yang sudah tidak hijau lagi dan daun-daunnya dibuang 2 minggu sebelum pelaksanaan penempelan agar tunas-tunasnya membengkak. Penempelan dilaksanakan segera setelah batang bawah cukup besar untuk ditempeli tunas, dilakukan pada ranting yang tua tunasnya tidak mudah tumbuh. Setelah itu bibit tempelan siap untuk dipindah-tanamkan ke lapangan setelah 4–5 bulan.

Baca Juga:  Tips Rahasia Merawat Cabai di Musim Hujan