Jamur Tiram Membawa Berkah untuk Petani

Pertanianku — Ada beberapa jenis jamur tiram yang dikelompokkan berdasarkan warnanya, salah satu jamur tiram yang disukai masyarakat adalah jamur tiram cokelat. Faktanya, harga jual tiram cokelat lebih tinggi dibanding tiram putih. Harga tiram putih di tingkat petani berkisar Rp12.000–Rp15.000, sedangkan jamur cokelat sebesar Rp16.000–Rp18.000 per kg.

jamur tiram
foto: Trubus

Jamur tiram cokelat juga memiliki keunggulan lain berupa siklus budidaya lebih cepat. Lazimnya, jamur putih dibudidayakan selama 5 bulan, sedangkan tiram cokelat hanya 3–4 bulan. Waktu budidaya yang lebih singkat membuat perputaran modal berlangsung lebih cepat.

Tak hanya harga jualnya yang lebih tinggi, pergerakan harga jual tiram cokelat juga cenderung lebih stabil bila dibandingkan dengan tiram putih. Pada Hari Raya pun harganya juga stabil berada di rata-rata Rp18.000.

Akan tetapi, produktivitas jenis jamur ini tergolong lebih rendah. Dari baglog berukuran 1,2 kg, jumlah jamur yang dihasilkan sebanyak 200–270 gram, sedangkan produktivitas tiram putih rata-rata mencapai 300 gram per 1,2 kg baglog.

Meskipun harga jualnya tinggi, sebenarnya pasar jamur cokelat masih terbatas karena beberapa daerah masih belum bisa menerima tiram berwarna cokelat. Namun, kapasitas serapan tiram cokelat sudah berhasil mencapai 600–700 kg per hari. Jumlah yang masih tergolong terbatas, tetapi tetap menguntungkan.

Jakarta termasuk daerah yang belum siap menerima tiram berwarna cokelat karena penduduknya lebih terbiasa dengan tiram berwarna putih. Tiram cokelat memang masih tergolong kurang lazim, padahal rasanya enak. Jamur ini tergolong prospektif untuk dikembangkan karena permasalahannya hanya seputar kebiasaan masyarakat. Jenis jamur ini perlu dipromosikan lebih luas agar semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan dan khasiatnya.

Salah satu jenis tiram cokelat yang dapat dibudidayakan adalah Lentinus sajor-caju. Bentuk tudungnya lebih membulat dibanding jamur Phoenix oyster. Sebenarnya, kedua jamur cokelat tersebut memiliki kualitas yang hampir sama. Begitu pun dengan rasanya. Bahkan, rasa kedua jamur cokelat tersebut lebih gurih dari tiram putih karena struktur protein pada jamur lebih mirip hewan dibanding tumbuhan.

Baca Juga:  Strategi Kementan Tingkatkan Produksi Gula Nasional

Jamur phoenix paling adaptif karena menghasilkan banyak enzim lingoselulotik. Kini, jamur tersebut sudah diproduksi di seluruh Tiongkok, beberapa negara Afrika, dan Amerika Latin.