Jamur Tiram Putih Potensial Jadi MPASI


Pertanianku Jamur tiram putih potensial menjadi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Hal itu diungkapkan Iwan Saskiawan, peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Jamur tiram putih
Foto: Google Image

“Kandungan protein yang dimiliki jamur tiram putih dapat dijadikan sebagai sumber protein murah pengganti daging atau sebagai MPASI,” katanya di Jakarta, dikutip dari Republika, Rabu (28/3).

Iwan mengatakan bahwa protein yang terkandung di dalam jamur tiram putih rata-rata 3,5 sampai dengan 5 persen dari berat basah. Artinya, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan protein yang terkandung dalam asparagus dan kubis.

Jika dihitung berat kering, katanya, kandungan proteinnya 19—35 persen dan hal itu juga lebih tinggi dari beras yang hanya 7,3 persen, gandum 13,2 persen, dan susu sapi 25,2 persen.

Ia mengatakan jamur tiram putih juga mengandung beberapa senyawa aktif yang bersifat sebagai imunomodulator. Senyawa tersebut berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dari serangan penyakit.

“Saat ini, kami melalui Laboratorium Mikrobiologi pangan akan terus melakukan penelitian jamur tiram putih dan juga jamur lainnya. Penelitian ini meliputi aspek biologi, teknik budi daya, serta produk olahan pangan fungsional,” jelas dia.

Jamur tiram putih juga mengandung lemak 72 persen. Di dalam jamur itu, terdapat asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi bagi penderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) ataupun gangguan metabolisme lipid lainnya.

“Lalu sekitar 28 persen asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalamnya dapat menimbulkan rasa khas yang enak,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan bahwa jamur adalah bahan pangan fungsional, baik yang bersifat sebagai nutraceutical (jamur segar) maupun nutriceutical (bahan olahan atau ekstraksi jamur).

Selain itu, jamur pangan juga mulai dikembangkan sebagai komoditas sayuran organik yang tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Dengan begitu, dapat menjaga kelestarian lingkungan. Di sisi lain, limbah yang berasal dari media tanam jamur pangan dapat diolah dan dijadikan sebagai pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.

Baca Juga:  Atasi Kanker Serviks dengan Tanaman Herbal