Jangan Asal Pilih! Lakukan Hal Ini Ketika Membeli Hewan Kurban


Pertanianku – Demi menyambut perayaan Idul Adha, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian melepas secara simbolik sebanyak 129 orang petugas yang akan tergabung dalam Tim Pemantau Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban 1438 H.

Foto: pexels

Tim terdiri atas 129 dokter hewan dan paramedik yang akan diturunkan ke lapangan di wilayah DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Tugas tim antara lain melaksanakan supervisi pemeriksaan dokumen kesehatan hewan, pemeriksaan antemortem dan postmortem, mengawasi penyembelihan, penanganan daging, serta jeroan hewan kurban selama Hari Raya Kurban dan Hari Tasyrik.

Pakar Kesehatan Masyarakat Veteriner dari FKH IPB, drh. Hadri Latief, mengatakan selain berdasarkan syariat Islam, ante dan postmortem dalam memilih hewan kurban juga penting.

Tim pemantau harus dapat memastikan bahwa hewan kurban dalam keadaan sehat. Selain itu, juga harus lebih teliti dalam mengambil keputusan terhadap hewan yang sakit dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh karena biasanya hewan yang sakit akan menunjukkan peningkatan suhu tubuh.

Hadri menyarankan, apabila tim menemukan ciri-ciri atau diduga ada hewan tidak sehat, sebaiknya segera meminta secara baik-baik kepada penjual untuk memisahkah lalu melaporkan kondisi hewan tersebut kepada petugas kesehatan hewan yang ada atau dinas terkait di wilayah tersebut. Jika setelah pemeriksaan hewan tersebut dalam keadaan sehat, dapat dilanjutkan untuk pemotongan.

Sebaliknya, apabila dalam keadaan tidak sehat dan bukan karena penyakit berbahaya, tetap sebaiknya disarankan untuk tidak dilakukan pemotongan terhadap hewan tersebut atau sebaiknya diganti. Selain itu, tim diharapkan mengetahui ciri-ciri hewan sehat dan tidak sehat secara teknik.

Baca Juga:  Mendadak! Walikota Semarang Datangi Pabrik Pengolahan Pangan Ternak

“Keseriusan dan ketelitian tim pemantau ketika bertugas di lapangan sangat diperlukan. Pemantauan hewan kurban dilakukan mulai dari tahap pengangkutan sampai pemotongan,” kata Hadri dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari Republika (28/8).

Untuk itu, ia mengimbau pada penjual untuk lebih berhati-hati dalam proses pengangkutan karena dapat menyebabkan hewan cacat dan stres. Lokasi pemotongan hewan juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu tempat-tempat umum, baik dari kotoran maupun aroma tidak sedap yang disebabkan oleh pemotongan hewan tersebut.

Pihaknya pun berharap petugas yang akan melakukan pemantauan dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik kepada tokoh-tokoh agama, panitia pemotongan hewan kurban, dan pemilik-pemilik hewan agar pengadaan hewan kurban pada pada Hari Raya Idul Adha dapat berjalan dengan baik dan halal sesuai dengan syariat Islam.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, berharap tim bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama tentang bagaimana memperlakukan hewan kurban dengan baik. Dengan begitu, hewan kurban terbebas dari rasa takut dan tertekan yang dapat menimbulkan stres, serta penderitaan pada saat penyembelihan.

“Jadi hewan itu nyaman tanpa harus mendapat penyiksaan dan paksaan saat penyembelihan,” tutur Fadjar.

loading...
loading...