Jangan Dibuang! Ubah Sabut Kelapa Menjadi Produk yang Menguntungkan

Pertanianku — Produksi kelapa di Indonesia terbilang cukup tinggi, rata-rata sekitar 15,5 miliar butir per tahunnya. Tingginya angka produksi kelapa membuat jumlah limbah atau hasil sampingan dari pengolahan kelapa juga tinggi seperti sabut kelapa. Sabut terdiri atas nonserat 60 persen dan serat 40 persen.

sabut kelapa
foto: Pixabay

Saat ini pemanfaatan sabut kelapa masih terbatas pada kerajinan dan bahan bakar saja. Padahal, limbah tersebut masih bisa diolah menjadi produk yang lebih menguntungkan lagi. Misalnya, menjadi pupuk organik, media tanam, dan agar-agar kertas. Berikut ini beberapa produk yang bisa Anda hasilkan dari sabut kelapa.

Pupuk cair

Di dalam sabut terdapat kalium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Biasanya petani menggunakan pupuk KCl untuk melengkapi kebutuhan kalium. Namun, kali ini petani bisa memanfaatkan sabut kelapa sebagai sumber kalium. Cara mendapatkan unsur kalium tersebut sangat mudah. Anda hanya perlu merendam sabut bersama dengan gula merah dan EM4. Setelah itu, diamkan selama dua minggu hingga proses fermentasi berjalan dengan sempurna.

Pupuk organik limbah kelapa ini sudah terbukti dapat memberikan efek positif bagi tanaman. Kandungan kalium di dalam pupuk organik cair ini cukup tinggi sehingga bisa meningkatkan berat basah tanaman.

Selain sabut, debu sabut juga bisa dimanfatkan untuk membuat pupuk organik cair yang mengandung N, P, K, Ca, Mg, Na, Fe, Mn, Zn, AI, dan CU. Debu yang akan diolah menjadi pupuk organik cair harus melalui proses penghilangan tannin karena tannin bisa menghambat pertumbuhan tanaman.

Media tanam

Media tanam sabut kelapa memiliki kemampuan mengikat dan menyimpan air dengan kuat, aerasi dan drainasenya baik, serta cocok digunakan untuk daerah yang panas. Namun, kelemahan sabut adalah mudah lapuk jika disiram air dengan volume yang berlebihan. Selain lapuk, media tanam tersebut mudah terserang jamur yang berbahaya bagi tanaman.

Baca Juga:  Polikultur Tanaman Lada dengan Tanaman Tahunan

Untuk mengatasi serangan jamur, sabut harus direndam terlebih dahulu dengan larutan fungisida untuk menghindari pembusukan.

Agar-agar kertas

Kandungan unsur K di dalam abu sabut bisa dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti KOH dalam pembuatan agar-agar kertas. Unsur K memiliki kekuatan yang mirip seperti gel agar-agar. Semakin tinggi kandungan K yang ditambahkan ke dalam agar-agar, kekuatan gel yang dihasilkan akan semakin tinggi.