Jangan Gunakan Lokasi ini untuk Budidaya Lele

Pertanianku — Tidak semua lokasi dapat digunakan sebagai tempat usaha budidaya lele, pasalnya lokasi budidaya lele dapat memengaruhi kelancaran usaha budidaya. Terkadang, ada beberapa lokasi yang memiliki kekurangan berupa sumber air, suhu, pH, kandungan oksigen, atau lainnya. Sebenarnya, lokasi tersebut bukannya benar-benar tidak bisa digunakan, hanya saja Anda butuh memberikan beberapa sentuhan agar lokasi tersebut bisa digunakan untuk budidaya lele.

lokasi budidaya lele
foto: Pertanianku

Dataran rendah

Suhu di dataran rendah dengan ketinggian 0—200 m dpl dapat dikatakan panas, yakni sekitar 28—32°C. Lahan tersebut sangat umum ditemui di daerah pesisir pantai. Sebenarnya, banyak dataran rendah yang memiliki tanah subur dan berpotensi untuk digunakan budidaya lele, hanya saja kondisi suhu yang terlalu tinggi kurang cocok untuk ikan lele.

Faktor suhu tersebut dapat diakali dengan membuat kolam lebih dalam dengan kedalaman 1—2 m agar suhu panas di lingkungan tersebut bisa diredam. Selain itu, berikan paranet atau peneduh untuk melindungi kolam dari sinar matahari secara langsung. Anda juga dapat menggunakan tanaman air seperti kiambang untuk menutupi 30—40 persen permukaan kolam. Jangan gunakan eceng gondok dan kangkung air karena mudah busuk sehingga membuat air menjadi kotor.

Dataran tinggi

Dataran tinggi berada di ketinggian 700 m dpl. Wilayah ini biasanya digunakan untuk berkebun teh, cengkih, kopi, sayuran, buah-buahan, dan bunga. Namun, sayangnya lokasi ini kurang baik untuk digunakan budidaya lele karena suhunya terlalu rendah sehingga membuat suhu air menjadi dingin. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kadar oksigen rendah sehingga pertumbuhan lele menjadi terhambat karena metabolisme tubuhnya tidak berfungsi dengan baik.

Kondisi tersebut dapat diatasi dengan bantuan teknologi sederhana seperti pompa resirkulasi, aerator, dan heater. Namun, sayangnya solusi tersebut tidak mampu memberikan hasil yang optimal sehingga lebih baik menghindari dataran tinggi untuk budidaya lele.

Baca Juga:  Ekspor Kelautan dan Perikanan Naik 4,5 Persen Selama Caturwulan I 2021

Daerah dengan curah hujan tinggi

Curah hujan yang tinggi dapat menurunkan kadar keasaman kolam sehingga berbahaya bagi ikan. Kondisi kolam yang asam dapat menyebabkan insang dan ginjal ikan mengalami radang dan infeksi berat. Lele menjadi lebih mudah stres dengan tanda-tanda menggantung, berlendir, berbusa, dan mati. Oleh karena itu, daerah dengan curah hujan yang tinggi cukup berbahaya bagi budidaya lele, khususnya untuk pembibitan lele.

Masalah air hujan sebenarnya dapat diatasi dengan menebarkan garam-garam kasar (non-iodium) ke dalam kolam setiap hujan habis turun. Untuk kolam seluas 10 m2, garam yang ditebar sebanyak 2 genggam.

Lahan gambut

Lahan gambut kurang cocok digunakan untuk budidaya ikan karena bersifat sangat asam. Lahan gambut tetap bisa digunakan untuk budidaya, tetapi Anda perlu menetralisir kandungan pH air dengan kapur pertanian.