Jangan Jual Hewan Kurban dari Gunungkidul! Ini Alasannya

Pertanianku — Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau agar pedagang hewan tidak memperjualbelikan hewan kurban dari Gunungkidul. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus antraks yang sempat membuat gempar wilayah tersebut.

hewan kurban dari Gunungkidul
Foto: Pixabay

“Imbauan tersebut sebagai antisipasi agar Kulon Progo terhindar dari adanya kasus antraks, mengingat beberapa waktu lalu, temuan antraks terjadi di Gunungkidul,” kata Drajat, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, seperti dilansir dari Republika, Selasa (9/7).

Imbauan tersebut, kata Drajat, sudah disosialisasikan kepada pedagang hewan kurban di Kulon Progo sejak beberapa waktu lalu. Berdasarkan laporan, setiap menjelang Idul Adha, pedagang mayoritas mendatangkan hewan kurban dari Gunungkidul. Selain itu, mereka juga mendatangkan dari Purworejo, Magelang, Wonosobo, dan Banjarnegara, serta dari Madura, Jawa Timur.

Loading...

“Intinya kami harapkan sementara diusahakan jangan mendatangkan hewan kurban dari Gunungkidul,” ujar dia.

Ia pun mengakui kasus antraks pernah terjadi di Kulon Progo pada 2017. Tiap tahunnya, berbagai gangguan kesehatan pada hewan lainnya ditemui seperti diare, pink eye, dan cacing hati. Nantinya, ia juga akan bertugas memantau penjualan dan penyembelihan hewan kurban pada pelaksanaan Idul Adha.

“Dua pekan sebelum Idul Adha, kami akan mengintensifkan pemantauan,” tegas Drajat.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini pedagang juga sudah mendatangkan hewan kurban dari berbagai wilayah. Di Pasar Hewan Pengasih juga telah banyak transaksi jual beli hewan kurban.

Drajat mengimbau kepada pedagang hewan melengkapi hewan ternak yang dijual, khusus sapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, hewan yang tidak dilengkapi SKKH, langsung ditahan sementara sampai ada SKKH.

“SKKH ini sangat penting untuk mengetahui apakah hewan kurban tersebut sehat. Kami juga mengimbau panitia kurban memperhatikan SKKH sebelum menyembelih hewan kurban,” ujarnya.

Baca Juga:  5 Pakan Alternatif Lele yang Murah dan Mudah Didapatkan
Loading...
Loading...