Jelang Idul Adha, Hewan Kurban Naik Hingga 30 Persen


Pertanianku – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga hewan kurban mengalami kenaikan hingga 30 persen. Hasil tersebut berdasarkan laporan dari Petugas Informasi Pasar (PIP) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian.

Foto: pexels

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, menyebutkan kenaikan harga tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

“Pertama, karena adanya permintaan ternak yang meningkat dan serentak hampir di seluruh provinsi khususnya di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi,” jelasnya seperti melansir dari Republika (18/8).

Kedua, lantaran ternak kurban telah dipilih sesuai kriteria syariah Islam dan disiapkan secara khusus sebagai ternak kurban. Ketiga, adanya biaya transportasi tambahan dan biaya pemeliharaan di tempat-tempat penjualan ternak kurban.

Keempat, kata dia, pembeli tidak terlalu mempermasalahkan harga selama kriteria ternak kurban sesuai syariah Islam terpenuhi.

Ia mengungkapkan bahwa harga sapi di Jawa Barat berkisar antara Rp51.000—Rp65.000 per kilogram berat hidup, di Jawa Tengah berkisar antara Rp51.000—Rp55.000 per kilogram berat hidup, dan di Jawa Timur berkisar antara Rp47.000—Rp52.000 per kg berat hidup.

“Dalam praktiknya ternak kurban dijual dengan berat taksiran (tongkrongan) tanpa ditimbang,” ungkap I Ketut.

Direktorat PKH Kementan melakukan beberapa langkah untuk mengamankan masyarakat terhadap risiko penularan penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya) dan upaya penyediaan daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal.

Pertama, kata I Ketut, yaitu memfasilitasi penataan tiga proyek percontohan tempat pemotongan hewan kurban di DKI Jakarta (Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat) melalui anggaran Tugas Pembantuan APBN Tahun 2017.

Kedua, mengirimkan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 20039/PK.400/F/07/2017 tanggal 20 Juli 2017, tentang Peningkatan Kewaspadaan Zoonosis terhadap Hewan/Ternak dan Pengawasan Pemantauan Hewan Kurban, kepada kepala dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di provinsi seluruh Indonesia.

Baca Juga:  KKP Tingkatkan Program Minapadi

Surat tersebut bertujuan meningkatkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan pengawasan pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Ketiga, membentuk Tim Pemantauan Hewan Kurban dengan SK Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 7829/KPTS/OT. 050/F/08/2017, dengan jumlah anggota tim sebanyak 129 orang, terdiri atas dokter hewan, paramedik, dan petugas teknis lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Tim akan diturunkan ke lapangan di wilayah DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Keempat, membuat media sosialisasi penyembelihan hewan kurban. Kelima, bersama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), perguruan tinggi, dan LSM aktif melakukan sosialisasi penyembelihan hewan qurban yang benar sesuai Permentan No. 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Keenam, merencanakan rapat koordinasi persiapan pemantauan penyembelihan hewan kurban untuk daerah Jabodetabek.

loading...
loading...