Jelang Idul Fitri Stok Daging Sapi Bulog Tersisa 32 Ton


Pertanianku – Beberapa hari menjelang lebaran, pasokan daging sapi Badan Urusan Logistik (Bulog) hanya tersisa 32 ton per tanggal 16 Juni lalu. Meski stok menipis, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengaku pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengimpor daging sapi dalam waktu dekat.

“Tentu (stok) sudah mepet, tapi sementara belum (impor lagi),” tutur Djarot, seperti mengutip Republika beberapa waktu lalu.

Djarot mengatakan Bulog tengah melakukan penjajakan dengan sejumlah negara produsen untuk mencari daging sapi yang berkualitas bagus, tetapi harganya lebih murah dari Australia. Sebelumnya, Indonesia hanya bergantung pada pasokan daging sapi impor asal Australia.

Belakangan sejumlah perusahaan swasta sudah mulai mengimpor daging sapi dari Meksiko dan Spanyol. Selain daging sapi, Bulog juga memiliki stok daging kerbau beku sebanyak 28.500 ton.

Djarot memastikan stok itu cukup untuk memenuhi lonjakan konsumsi daging di masyarakat saat Idul Fitri.

Lebih lanjut Djarot menegaskan impor daging kerbau tidak ditujukan untuk mensubstitusi daging sapi. Akan tetapi, hanya untuk memberikan alternatif sumber protein hewani pada masyarakat.

“Kalau ada masyarakat yang ingin daging tapi tidak kuat beli daging sapi segar yang Rp110.000—Rp120.000, maka ada pilihan daging kerbau,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mentan Amran, Sang Penyelamat Petani
loading...
loading...