Jelang Ramadan, Pengusaha Jamin Harga Beras Stabil

Pertanianku — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta, Nelly Soekidi menjamin bahwa harga beras stabil dan tidak akan naik menjelang Ramadan juga Lebaran 2019. Jaminan tersebut dilayangkan mengingat momentum Ramadan dan Lebaran ternyata jatuh pada saat musim panen.

harga beras
Foto: Pixabay

“Saya jamin, harga beras nggak naik karena panen kedua. Sudah beberapa tahun terakhir, harga beras saat lebaran tidak pernah naik karena pas panen,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, saat ini harga beras medium di Cipinang berada di kisaran Rp8.800 hingga Rp8.900 per kilogram. Sampai di tingkat pengecer, harganya mencapai Rp9.300 sampai Rp9.400 atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah, yakni Rp9.450 per kilogram.

Loading...

“Kan ada ongkos transport Rp100, tambah lagi keuntungan margin Rp150 sampai Rp200 per kilogram,” imbuh Nelly.

Di Indonesia, harga beras baru akan naik pada November, Desember, Januari, hingga Februari. Di bulan-bulan lainnya, pasokan relatif aman karena petani panen. Bulan ini, petani sudah memasuki panen raya.

“Bulan 3, 4, 5 itu panen raya. Bulan 6, 4, 7 itu panen gadu II. Bulan 8, 9, 10, panen apitan kalau orang Jawa bilang. Nanti paceklik itu bulan 11, 12, 1, makanya yang perlu diantisipasi (kenaikan harga) bulan-bulan itu,” katanya.

Namun demikian, pelaku usaha, lanjut Nelly, membutuhkan peran Bulog untuk menstabilkan harga. Di saat pasokan melimpah dan harga rendah, Bulog akan membuka gudang dan melakukan pengadaan. Sebaliknya, di saat pasokan sedikit dan harga menanjak, Bulog akan melakukan operasi pasar.

“Konsepnya kan kalau harga terlalu tinggi kasihan konsumen, (harga) terlalu rendah kasihan produsen,” terang dia.

Bulog mengaku siap turun tangan untuk menstabilkan harga beras. “Stabilisasinya dengan program kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk beras,” terang Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (6/3).

Baca Juga:  Cara Mudah Pilih Ubi Kualitas ‘Wah’

Tri mengungkapkan harga beras relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan, kenaikannya hanya di bawah 1 persen. Untuk menjamin kestabilan harga beras, Bulog siap melakukan operasi pasar. Sejak awal tahun jumlah beras yang digelontorkan untuk operasi pasar mencapai 180 ribu ton. Saat ini, stok Bulog ada di kisaran 1,8 juta ton dan masih akan melakukan penyerapan. Karenanya, Tri menjamin memiliki stok cukup untuk melakukan operasi pasar.

“Kami ditugasi oleh Kementerian Perdagangan untuk melakukan Operasi Pasar 13 ribu sampai 14 ribu ton per hari. Realisasinya hanya 2 ribu sampai 3 ribu ton per hari. Kan sudah mulai panen di daerah-daerah,” paparnya.

Loading...
Loading...