Jenis Aktivator Pupuk Organik untuk Mempercepat Pengomposan

    Pertanianku Aktivator pupuk organik berguna untuk mempercepat pengomposan sehingga waktu yang dibutuhkan bisa jauh lebih singkat. Ada beberapa jenis aktivator yang bisa Anda jumpai di toko-toko pertanian. Namun, Anda harus memahami bagaimana memilih aktivator yang tepat.

    aktivator pupuk organik
    foto: unsplash

    Satu hal yang harus diketahui bahwa tidak semua jenis aktivator bisa digunakan untuk pengomposan. Hal ini karena aktivator yang dipakai harus disesuaikan dengan bahan organik yang digunakan.

    Dengan penggunaan aktivator yang sesuai, proses pengomposan bisa berjalan cepat sesuai dengan keinginan. Berikut ini ada dua jenis aktivator yang harus Anda ketahui.

    Loading...

    Aktivator abiotik

    Aktivator abiotik dapat berupa bahan kimia atau biokimia yang berfungsi mempercepat proses pembusukan bahan organik. Fungsi aktivator ini adalah memacu pertumbuhan mikroba yang ada di dalam tumpukan bahan organik yang akan dikomposkan. Dengan demikian, bahan-bahan tersebut harus mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba.

    Ada beberapa contoh aktivator abiotik yang bisa digunakan dalam pembuatan pupuk organik, seperti pupuk organik, kotoran hewan, bahan organik, dan larutan enzim.

    Bioaktivator

    Istilah bioaktivator terkenal sebagai bahan bioaktif yang mampu merombak bahan-bahan organik pada umumnya. Secara spesifik, bioaktivator merupakan isolate mikroba yang sudah mengalami pemurnian dan memiliki kemampuan untuk mencerna bahan organik yang mengandung serat selulosa.

    Dengan kemampuannya mencerna bahan selulosa, bioaktivator bisa digunakan di berbagai bidang eksplorasi bahan-bahan yang bersumber dari bahan organik berkayu atau dikenal dengan biorefinery.

    Salah satu fungsi bioaktivator adalah mempercepat proses pengomposan. Selain itu, produk bioaktivator memiliki kualitas yang lebih terjamin dan proses produksinya lebih sederhana.

    Kini sudah banyak bioaktivator yang diproduksi secara massal, seperti EM-4, OrgaDec, Stardec, Boisca/Propuri, dan Promi. Tiap bioaktivator digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Ada yang digunakan untuk membuat kompos padat dan ada juga yang dibuat untuk kompos cair. Oleh karena itu, pemilihan aktivator pupuk organik yang digunakan harus sesuai dengan kompos yang akan dibuat dan bahan organik yang akan digunakan.

    Baca Juga:  Kelebihan dan Kekurangan Menanam Pohon Jambu Biji dari Benih Biji

     

    Loading...
    Loading...