Jenis Alat Tangkap Ikan yang Ada di Indonesia


Pertanianku — Alat penangkapan ikan adalah sarana dan perlengkapan atau benda-benda lainnya yang dipergunakan untuk menangkap ikan. Alat tangkap yang menjadi alternatif utama pilihan nelayan saat ini ialah purse seine, gill nets, dan dogol. Sebenarnya, apa saja jenis alat tangkap ikan yang ada Indonesia?

jenis alat tangkap ikan
Foto: Google Image

Merujuk pada Kepmen KP Nomor 6 Tahun 2010, secara umum ada 10 jenis alat tangkap ikan di Indonesia. Simak ulasan berikut ini untuk lebih jelasnya.

  1. Jaring lingkar (surrounding nets/purse seine)

Purse seine yang merupakan bagian dari jaring lingkar, menjadi favorit nelayan. Dioperasikan dengan cara menghadang arah renang ikan.

Purse seine menyasar ikan pelagis, yakni ikan yang hidup di permukaan dengan kedalaman kurang dari 200 meter. Jenis ikan pelagis di antaranya tongkol, layang, bentang, kembung, cakalang, lemuru, slengseng, cumi-cumi, dan ikan-ikan yang biasa dijadikan bahan pindang.

  1. Pukat tarik (seine nets)

Salah satu contoh pukat tarik adalah cantrang yang penggunaannya dilarang karena menangkap segala jenis ikan, termasuk ikan yang masih kecil.

  1. Pukat hela (trawls)

Trawls dan pukat harimau merupakan contoh jaring yang termasuk kategori pukat hela. Penggunaan alat tangkap ini juga dilarang karena merusak ekosistem. Trawls dan pukat harimau tak hanya menangkap ikan dari segala ukuran, tapi juga merusak terumbu karang dan ekosistem dasar laut.

  1. Penggaruk (dredges)

Alat tangkap ini biasa digunakan di perairan dangkal dan tak jauh dari pesisir. Penggaruk biasanya menyasar kerang.

  1. Jaring angkat (lift nets)

Penggunaan jaring angkat dilakukan dengan membenamkan jaring ke perairan, kemudian saat ikan sudah tertangkap, jaring diangkat ke atas. Biasanya nelayan menggunakan rumpon untuk menarik perhatian ikan. Jaring ini menyasar ikan jenis pelagis dan cumi-cumi.

  1. Alat yang dijatuhkan atau ditebar (falling gears)

Nelayan menangkap ikan dengan cara menebar atau menjatuhkan jaring untuk mengurung ikan. Setelah ikan terjebak, jaring diangkat ke atas kapal. Alat ini menyasar ikan pelagis dan cumi.

  1. Jaring insang (gill nets)

Sistem kerja gill nets atau jaring insang, yaitu dengan cara menghadang pergerakan ikan. Ketika menabrak jaring, insang ikan langsung terjerat dan tak dapat keluar lagi.

Baca Juga:  Akibat Banjir, Inhu Alami Kerugian di Bidang Pertanian Hingga Rp5 Miliar

Gill nets dapat digunakan untuk menangkap ikan pelagis ataupun demersal. Demersal adalah jenis ikan yang hidup di dasar perairan seperti kurau, kakap, kerapu, layur, manyung, cucut, pari dan sebagainya.

  1. Perangkap (traps)

Bubu bersayap dan pukat labuh merupakan contoh alat tangkap jenis perangkap. Penggunaannya dilakukan secara pasif berdasarkan tingkah laku ikan. Biasanya perangkap ini digunakan di pesisir pantai untuk menangkap ikan demersal dan kerang.

  1. Pancing (hooks and lines)

Ada banyak jenis pancing yang digunakan nelayan, namun secara umum cara kerjanya sama, yakni dengan mengulurkan pancing yang sudah terpasang umpan ke dalam air. Alat tangkap jenis pancing menyasar ikan pelagis hingga demersal. Ada juga pancing cumi yang khusus menyasar cumi-cumi.

  1. Alat penjepit dan melukai (grappling and wounding)

Alat tangkap yang termasuk ke dalam kategori ini adalah tombak dan panah. Pengoperasiannya dengan cara mencengkeram, menjepit, melukai, dan atau membunuh sasaran tangkap.

Umumnya, alat tangkap ini digunakan di pesisir pantai untuk menangkap ikan pelagis ataupun demersal. Ada juga yang menggunakannya di tengah laut dan umumnya untuk menangkap mamalia besar.