Jenis Bioaktivator yang Biasa Digunakan untuk Pembuatan Pupuk Organik

PertaniankuBioaktivator adalah bahan bioaktif yang mampu merombak bahan-bahan organik. Secara spesifik, bioaktivator merupakan isolate mikroba yang sudah dimurnikan sehingga memiliki kemampuan khusus untuk mencerna bahan organik yang mengandung serat selulosa.

bioaktivator
foto: Pertanianku

Salah satu manfaat yang paling penting dari bioaktivator adalah mempercepat proses pembuatan kompos. Selain itu, bahan bioaktif ini juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas pupuk. Ada beberapa jenis bioaktivator yang beredar di pasaran. Anda bebas memilih yang mana saja. Tiap jenis bioaktivator memiliki keunggulan dan spesialisasi tersendiri.

Berikut ini jenis bioaktivator untuk pembuatan pupuk organik.

EM-4

EM-4 ditemukan oleh profesor asal Jepang dan penerapannya sudah menyebar di Indonesia.  EM-4 terbukti menghilangkan bau yang timbul selama proses pengomposan. Aktivator ini lebih cocok digunakan untuk membuat pupuk padat seperti bokashi. Pupuk padat biasanya terbuat dari bahan jerami, pupuk kandang, kotoran hewan, rumput, sekam, atau bubuk gergaji.

Aktivator EM-4 tidak disarankan untuk proses pengomposan yang menggunakan bahan keras seperti tandan kosong kelapa sawit karena proses pembuatannya akan menjadi lebih lama.

OrgaDec

Aktivator ini cocok digunakan untuk mengomposkan tandan kelapa sawit, kulit kakao, dan sisa pangkasan teh. Mikroba di dalam OrgaDec mampu mengomposkan bahan organik dalam waktu yang cepat serta bersifat antagonis terhadap beberapa penyakit akar. Kecepatan OrgaDec bergantung pada volume bahan organik yang digunakan, tetapi umumnya proses pengomposan berjalan selama 14—21 hari.

Boisca

Boisca merupakan bioaktivator yang dikembangkan oleh Sukamto Hadisuwito. Boisca lebih sering diaplikasikan untuk membuat kompos cair berbahan dasar sampah rumah tangga.  Aktivator ini dapat menghasilkan kompos yang cocok untuk berbagai jenis tanaman, digunakan untuk pakan ikan atau ternak, serta memperbaiki kualitas tanah dan air.

Baca Juga:  Peran Milenial dalam Pertanian Modern dengan Smart Farming

Promi

Promi merupakan mikroba unggul Indonesia yang sudah teruji. Aktivator ini digunakan untuk membuat kompos dari limbah pertanian, limbah peternakan, serasah, rumput, dan blotong tebu. Setiap 1 kg promi bisa digunakan untuk mengomposkan 1 ton limbah organik perkebunan sawit dan limbah pertanian lainnya.

Kompos yang dihasilkan akan mengandung Trichoderma harzianum, T. Pseudokoningii, dan Aspergillus sp yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman, serta mengendalikan penyakit dan meningkatkan unsur hara fosfat.