Jenis Burung Kicau Kelas Mahkota

Pertanianku — Burung kicau kelas mahkota merupakan burung-burung ocehan yang sudah populer. Eksistensinya cukup sulit digantikan dengan burung jenis lain. Tak heran, jenis-jenis burung ini sering menduduki posisi juara di arena kontes. Berikut ini beberapa jenis burung kicau yang termasuk kelas mahkota.

jenis burung kicau
foto: pertanianku

Anis merah

Anis merah (Zoothera citrina) terkenal dengan gaya “telernya” ketika berkicau. Di alam bebas, anis merah dapat dijumpai di daerah berhawa sejuk dengan kelembapan yang tinggi. Anis merah menyukai tempat becek penuh semak tertutup daun. Burung kicau ini jarang berada di tempat yang terbuka karena terkenal sebagai burung pemalu yang tidak suka menampakkan diri.

Keunggulan anis merah terletak pada kicauannya yang lepas, bersambung, berirama, lantang, dan jelas terdengar. Sayangnya, mental burung kicau ini cukup riskan drop sehingga tidak mau berkicau. Oleh karena itu, anis merah sering dijuluki “Raja Mogok”.

Cucakrawa

Cucakrawa (Pycnonotus zeylanicus) terkenal sebagai burung ocehan kalem dengan karakter suara yang sangat khas. Cucakrawa menjadi burung unggulan lokal pertama yang berhasil juara di arena kontes bersama murai batu. Kedua jenis burung ini sudah mengikuti kontes sejak pertengahan 1976.

Keunggulan burung cucakrawa adalah dapat berkicau dengan lantang dan cepat ketika diikutkan kontes. Namun, kondisi fisik burung kicau ini mudah drop meski sudah sering dilatih.

Cucak ijo

Cucak ijo/hijau (Chloropsis sonnerati) sering disebut sebagai burung daun besar ketika sedang tidak berkicau. Burung kicau ini cenderung tidak memiliki ekspresi. Pada mulanya cucak ijo diminati oleh kicau mania karena bulunya yang berwarna hijau dan bulu di bagian bawah tenggorokannya berwarna hitam (untuk jantan).

Burung cucak ijo dapat tetap berkicau dengan suara terbaiknya, yakni terdengar lepas atau ngelos. Namun, penampilan burung yang senang tertidur sebelum gelap cukup mudah naik turun saat dikonteskan.

Baca Juga:  Waktu yang Tepat untuk Menutup Sangkar Burung Kenari dengan Kain

Kacer

Kiprah kacer dimulai sejak kacer hitam (Copsychus amoenus) asal Jawa Timur berhasil merebut hati kicau mania. Selanjutnya, popularitas kacer hitam mulai disaingi oleh kacer putih yang berasal dari Jawa Barat. Burung kacer dapat berkicau dengan gayanya yang eksotik, yakni membuka sayapnya dan terus menggoyangkan badannya ketika berkicau. Burung ini memerlukan perawatan yang intesif agar mampu tampil maksimal di gelanggang kontes.