Jenis Burung Sriti yang Ada di Indonesia

Pertanianku Burung sriti (Collocolia esculenta) sering disebut seriwiti, sendari, kapinis, sesapi, burung layang-layang, dan lain-lain. Sriti merupakan burung berkaki lemah, tetapi fisiknya mirip seperti burung walet. Bulu di tubuh sriti didominasi oleh warna hitam kehijauan, sedangkan bulu di perut berwarna putih. Sriti mampu terbang selama berjam-jam dengan radius terbang mencapai 40 km.

burung sriti
foto: Pixabay

Peternak walet sering memanfaatkan burung sriti untuk memancing kawanan walet. Gedung kosong yang belum ditempati bisa diisi oleh sriti jika lingkungan luar cocok dengan habitat sriti. Peternak biasanya memanfaatkan sarang sriti untuk menetaskan telur. Telur sriti sendiri lebih kecil daripada telur walet.

Sarang sriti juga bernilai ekonomi, harganya bervariasi bergantung pada jenis burung sriti. Di Indonesia terdapat dua jenis sriti, yakni sriti sarang rumput dan sriti sarang lumut. Sekilas, tidak ada perbedaan yang mencolok di antara jenis sriti ini, perbedaannya hanya terletak pada kakinya.

Sriti sarang rumput

Collocolia esculenta dinamakan sriti sarang rumput karena sebagian besar sarang burung ini dibentuk oleh sriti dari rerumputan kering, daun cemara, daun pinus, dan bunga rumput. Terkadang, sriti juga memanfaatkan sabut kelapa, tali rapia, kapuk, dan serpihan ijuk pohon aren untuk membuat sarang.

Seluruh bahan yang sudah dikumpulkan oleh sriti sarang rumput akan direkatkan dengan air liurnya. Harga sarang sriti ini bervariasi, mulai dari Rp300.000 hingga Rp1.500.000 per kg. Sarang sriti yang paling mahal terbuat dari pinus dan cemara. Mahalnya harga sarang tersebut disebabkan oleh proses pencucian sarang, yaitu pemisahan liur dari bahan lain.

Sriti sarang lumut

Collocolia vanikorensis disebut sebagai sriti sarang lumut karena sriti membuat sarang dari lumut, yaitu jenis tumbuhan berdaun lembut yang tumbuh di tempat basah atau lembap.

Baca Juga:  Amoniasi Jerami untuk Pakan Kambing

Jenis burung sriti ini menggunakan lumut sebagai sarang karena sriti sering bersarang di dalam gua-gua. Gua yang dipilih burung ini harus memiliki tingkat kelembapan yang rendah dan pencahayaan yang tidak terlalu gelap.

Harga sarang jenis sriti ini relatif lebih murah dibanding sriti sarang rumput. Harganya sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000 per kg.