Jenis Cabai yang Mudah Dijumpai

Pertanianku— Cabai sudah sangat terkenal sebagai salah satu bumbu dapur yang dapat menambahkan warna masakan. Bumbu dapur ini dapat menimbulkan sensasi pedas. Sensasi tersebut dinilai dapat menggugah selera bagi penikmatnya. Terdapat banyak jenis cabai yang bisa Anda jumpai di kehidupan sehari-hari. Berikut ini ulasan lebih lengkap mengenai jenis cabai yang sering digunakan.

jenis cabai
foto: Pertanianku

Cabai keriting

Sesuai dengan namanya, jenis cabai ini memiliki penampilan bentuk yang keriting atau tidak lurus. Tingkat kepedasan cabai keriting tidak begitu tinggi. Cabai keriting sering digunakan dalam berbagai resep kuliner, mulai dari tumisan, rendang, hingga semur. Cabai keriting jarang digunakan sebagai hiasan makanan karena memiliki tampilan fisik yang cenderung tidak rata dan sulit diatur.

Cabai rawit

Cabai rawit terkenal dengan tingkat kepedasan yang lebih tinggi dibanding cabai-cabai lain yang sering digunakan. Ukurannya kecil dan warnanya cukup beragam, mulai dari hijau, kuning, hingga merah, bergantung pada tingkat kematangan cabai. Cabai rawit sering digunakan untuk sambal, saus, bumbu, dan masakan lainnya.

Si kecil cabai rawit ini tak hanya terkenal di Indonesia, rawit juga populer di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Cabai merah

Cabai merah berukuran lebih besar dan tingkat kepedasannya berada di bawah cabai rawit. Cabai merah sering digunakan untuk menguatkan rasa makanan dan memberikan warna merah tanpa menyebabkan rasa pedas yang berlebihan.

Permukaan cabai merah licin sehingga cabai ini tampak mengilap. Penampilannya yang menarik dengan warna merah menyala membuat jenis cabai ini sering digunakan sebagai hiasan makanan, seperti nasi tumpeng.

Cabai hijau

Ukuran cabai hijau sama seperti cabai merah yang relatif besar. Namun, tingkat kepedasannya tidak begitu tinggi. Cabai hijau sering digunakan untuk membuat sambal.

Baca Juga:  Cara Memangkas Tanaman Tomat yang Benar

Cabai gendot

Cabai gendot berasal dari daratan Meksiko. Sentra cabai gendot di Indonesia terletak di Jawa Barat dan Dieng (Jawa Tengah). Ukuran cabai gendot lebih besar dari cabai-cabai biasa. Meski berukuran besar, cabai gendot tidak begitu pedas, justru rasanya cenderung asam dan segar.