Jenis dan Sistem Penyulingan Minyak Nilam

Pertanianku — Jenis dan sistem penyulingan minyak nilam yang digunakan harus menyesuaikan dengan kriteria mutu minyak nilam yang ditentukan. Selain itu, jenis dan sistem penyulingan juga mengikuti kondisi sanitasi lingkungan tempat penyulingan, gudang tempat penyimpanan daun, dan jarak lokasi penyulingan dengan lahan perkebunan. Berikut ulasan lebih lanjut.

sistem penyulingan minyak nilam
foto: pertanianku

Penyulingan dengan air

Sistem penyulingan dengan air merupakan sistem paling sederhana jika dibandingkan dengan sistem yang lain. Bahkan, wadah yang digunakan dapat berupa drum bekas aspal dan oli. Pengolahan dilakukan dengan cara memasak daun kering dalam air hingga mendidih. Jumlah air yang digunakan sama dengan jumlah nilam yang akan direbus.

Loading...

Uap hasil rebusan akan mengalami proses kondensasi hingga uap tersebut berubah menjadi air dan minyak. Air dan minyak tersebut ditampung dalam bak pemisah melalui sebuah pipa yang berhubungan dengan tabung pendingin untuk memisahkan kandungan air dan minyak.

Proses penyulingan dengan cara ini membutuhkan waktu yang sangat lama karena bahan yang akan disuling tercampur dengan air sehingga memperlambat proses penyulingan. Selain itu, minyak yang dihasilkan lebih sedikit dan mutunya tidak baik.

Penyulingan dengan uap langsung (uap dan air)

Cara ini merupakan cara yang paling sering digunakan oleh para petani nilam dan hampir tersebar di seluruh wilayah. Proses sistem penyulingan ini terbilang mudah dan sangat sederhana. Bahan yang digunakan berupa ketel yang terbuat dari besi dan pipa-pipa yang terbuat dari stainless steel.

Prinsip kerja sistem ini adalah menggunakan tekanan uap rendah. Mekanisme pembuatannya adalah dengan mengukus bahan yang akan disuling dalam tekanan rendah di satu ketel. Daun yang dikukus dalam ketel akan menghasilkan minyak yang terangkat bersama uap air rebusan di dalam satu ketel. Uap yang dihasilkan akan dalam kondisi jernih.

Baca Juga:  Usir Hama Tanaman Sayur Organik dengan Burung Kutilang dan Puyuh

Namun, waktu yang digunakan juga terbilang cukup lama seperti cara pertama, sekitar 8 jam untuk 1 kali suling.

Penyulingan dengan uap tidak langsung

Penyulingan ini menggunakan uap yang bertekanan tinngi. Metode ini akan menghasilkan minyak yang lebih berkualitas jika dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan dari kedua sistem yang sebelumnya. Selain itu, proses penyulingan berjalan lebih cepat daripada sistem yang lain.

Loading...
Loading...