Jenis Hama Tanaman Jagung dan Cara Mengatasinya


Pertanianku — Jagung merupakan salah satu tanaman palawija yang banyak dibudidayakan. Meski budidaya jagung cukup mudah dan menjanjikan, bukan berarti tanaman ini bebas akan hama dan penyakit. Berbagai jenis hama tanaman jagung bisa mengancam keberhasilan budidaya apabila tidak ditangani dengan tepat.

jenis hama tanaman jagung
Foto: Pixabay

Pasalnya, permintaan pasar akan stok jagung cukup tinggi mengingat olahan jagung sangatlah banyak dan beragam. Hal ini mendorong para petani untuk membudidayakan jagung di lahan mereka. Berikut ini akan dibahas mengenai jenis hama dan penyakit tanaman jagung serta cara mengatasinya.

  1. Hama ulat daun

Hama ini hanya menyerang bagian daun muda. Biasanya terjadi pada tanaman jagung yang usianya masih muda (kurang dari 1 bulan). Ulat ini bisa menyerang pada pagi, siang, sore, atau malam hari. Namun, ia lebih aktif di sore hingga pagi dan memilih bersembunyi di siang hari karena takut terik matahari. Untuk mencegah serangan ulat daun, sebaiknya semprot insektisida sistemik berbahan aktif imadikoplorid.

Jika sudah terjadi serangan, gunakan insektisida translaminar berbahan aktif metomil atau kontak berbahan aktif sipermetrin disemprotkan menggunakan pelekat pada sore hari (di bawah pukul 4 sore).

  1. Hama uret

Uret adalah larva serangga yang memakan akar tanaman. Uret ini aktif pada waktu pagi hingga sore hari. Langkah terbaik untuk mengendalikan hama uret ialah dengan pencegahan menggunakan insektisida tabur khusus uret bersama pemberian pupuk dasar.

Apabila Anda menemukan banyak tanaman yang mati dengan akar hilang dimakan uret, maka bisa menggunakan insektisida tabur khusus uret (Marshal/Diazenon). Namun, bubuk insektisida tersebut dilarutkan dalam tangki kocor 40 L (2 sendok/tangki). Setelah itu, larutan dikocorkan pada pangkal tanaman jagung.

  1. Hama penggerek batang

Penggerek batang merupakan serangga yang bentuknya sangat mirip dengan ulat. Ukurannya sangat kecil dan ia menyerang batang muda tanaman dengan cara melubanginya dan masuk ke batang, lalu memakan bagian dalam batang.

Baca Juga:  Cara Pemupukan Padi Berimbang

Untuk mencegahnya, saat tanaman jagung sudah mencapat tinggi 20 cm, lakukanlah penyemprotan insektisida sistemik berbahan akatif imadikolplorid secara rutin (7—10 hari sekali).

  1. Hama ulat tongkol jagung

Ulat ini menyerang bagian tongkol jagung dan memakan bagian biji yang masih muda. Akibatnya, tongkol yang berlubang bisa menjadi busuk dan menyebabkan biji-biji jagung muda pada tongkol tersebut ikut membusuk. Pencegahan ulat tongkol ini ialah dengan insektisida sistemik setiap 8—10 hari sekali. Untuk mengatasi serangan hama tersebut, gunakan insektisida translaminar berbahan aktif metomil lalu disemprotkan pada bagian tongkol.