Jenis-jenis Bendungan Air

Pertanianku – Banyak bendungan air yang dapat dibangun secara sederhana untuk meninggikan permukaaan air saluran. Dengan demikian, debit air yang masuk ke dalam unit perkolaman cukup besar.

Bendungan air

1) Bendungan sederhana

Loading...

Dibuat dengan cara menumpuk batu besar pada dasar sungai. Bahan yang digunakan bisa diperoleh dari sekitar saluran. Bendungan ini bisa menaikkan air hingga ketinggian 1 m, tetapi harus sering diganti dan diperbaiki. Bendungan sederhana cocok dibuat pada saluran atau sungai kecil.

2) Bendungan patok

Hampir sama dengan bendungan sederhana. Bedanya, bendungan ini diberi patok bumbu atau kayu pada dasar sungai dan diberi anyaman bambu untuk menahan batu yang disusun melintang di dasar sungai. Tinggi bendungan yang dibuat sebaiknya tidak melebihi 1 m. Bendungan ini lebih kuat dari bendungan sederhana.

3) Bendungan peti batu

Bendungan ini dibuat dengan cara menyusun batang kelapa secara melintang dan membujur pada dasar sungai. Tumpukan batang kelapa ini membentuk peti sederhana yang diisi batu di dalamnya. Untuk memperkuat daya tahan peti terhadap tekanan air yang kuat, pada setiap sudut peti di pasang batang besi yang ditusukkan ke dalam batang kelapa dan menembus dasar sungai  atau saluran. Selain itu, biasanya diisi ijuk untuk mengurangi kebocoran air. Bendungan semacam ini bisa menaikkan air hingga 1,5 m.

4) Bendungan sederhana dengan pengatur

Bendungan untuk menaikkan permukaan air. Dibangun pada saluran cabang yang tidak ada bangunan bagi. Bendungan inipada prinsipnya sama dengan bendungan sederhana. Hanya saja, bendungan ini dilengkapi dengan lapisan ijuk dan pipa pengatur ketinggian air. Ijuk dimaksudkan untuk mengurangi sekecil mungkin kebocoran yang disebabkan oleh kepiting atau aliran air yang terlalu deras. Sementara itu, pipa pengatur bertujuan untuk menghindari meluapnya air saluran. Pipa ini bisa dibuat dari pipa pralon atau bambu.

Baca Juga:  Budidaya Udang Vaname di Lahan Sempit dengan Teknologi Microbubble

Hal yang harus diingat pada saat pembuatan bendungan sederhana ini adalah tinggi air pada saluran yang tertinggi. Untuk menghindari meluapnya air yang biasa terjadi saat musim hujan, biasanya bendungan dibuat 1/2 atau 2/3 dari tinggi saluran air. Dengan demikian, pada saat banjir air tidak akan meluap ke saluran.

 

Sumber: Buku Aneka Kolam Ikan

 

Loading...
Loading...