Jenis-jenis Cabai Tahan Hujan

Pertanianku— Tidak semua jenis cabai tahan hujan, cabai tersebut bisa saja mati karena terserang hama dan tidak tahan dengan kondisi iklim ketika musim hujan. Oleh karena itu, sangat penting menggunakan jenis cabai yang tahan di musim hujan. Dari sekian banyak jenis cabai yang bisa ditanam di musim hujan, berikut ini cabai yang tahan hujan.

jenis cabai
foto: Pertanianku

Cemeti

Cemeti merupakan varietas cabai keriting lokal Indonesia. Cabai cemeti memiliki daya tahan terhadap penyakit yang sangat baik sehingga bisa ditanam di musim hujan. Ukuran buah cabai cemeti terbilang kecil, panjang, keriting, dan berwarna merah ketika sudah masak. Meski berukuran kecil, cabai cemeti terbilang sangat pedas. Cabai ini sudah bisa dipanen setelah berumur 75—85 hari setelah tanam, potensi panennya terbilang tinggi mencapai 16—18 ton/hektare.

Tit super LV

Tit super LV merupakan varietas cabai besar yang dapat ditanam di dataran rendah. Varietas cabai ini bisa ditanam sepanjang musim, termasuk musim hujan. Buah cabai tit super LV berwarna merah tua ketika sudah matang, panjang tanaman mencapai 12—14 cm, dan berdiameter 1,5 cm. Varietas cabai ini sudah bisa dipanen setelah berumur 90 hari setelah disemai dengan potensi hasil panen sekitar 20 ton per hektare.

Senopati (F1 Hybrid)

Varietas senopati bisa ditanam di dataran rendah hingga menengah dengan ketinggian dataran sekitar 100—800 m dpl. Kelebihan cabai senopati adalah tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Rasa cabai senopati terbilang cukup pedas. Buahnya sudah bisa dipanen setelah berumur 80 hari setelah tanam jika ditanam di dataran rendah. Sementara itu, membutuhkan waktu 90—100 hari setelah tanam jika ditanam di dataran tinggi.

Begayo

Varietas begayo terbilang cukup fleksibel karena bisa dibudidayakan di dataran rendah hingga dataran tinggi. Cabai begayo terbilang cukup besar dan kekar. Satu buah cabai ini bisa berukuran 4 gram dan potensi hasil per hektarenya bisa mencapai 18—20 ton. Cabai sudah dapat dipanen setelah berusia 90—100 hari setelah tanam.

Baca Juga:  5 Tips Mencegah Serangan Hama dan Penyakit pada Jamur Budidaya

Kunthi

Kunthi merupakan varietas cabai keriting berkulit kasar dan di bagian ujungnya meruncing. Rasa cabai kunthi terbilang cukup pedas. Cabai ini dapat beradaptasi di dataran rendah hingga dataran tinggi. Kualitas buah cabai kunthi terbilang cukup bagus dan bisa dikonsumsi dalam keadaan segar saat masih berwarna hijau ataupun merah.