Jenis-jenis Cabai yang Ada di Indonesia


Pertanianku — Jenis cabai memang banyak sekali dan beragam, namun hanya sebagian jenis varietas yang bisa dibudidayakan. Bagi Anda yang hendak membudidayakan tanaman cabai, Anda harus mengetahui jenis-jenis cabai terlebih dahulu. Hal ini penting dimana para pembudidaya harus tahu peluang pasar dan sasaran yang akan dituju.

jenis-jenis cabai
Foto: Shutterstock

Jenis-jenis cabai yang sering dibudidayakan terdiri atas cabai besar, cabai rawit, dan cabai hibrida. Berikut ini ulasan mengenai jenis-jenis cabai yang perlu Anda ketahui.

  1. Cabai besar (Capsium annum L.)

Ada beberapa jenis cabai besar yang sering dibudidayakan karena diminati oleh pasaran. Cabai besar sering digunakan sebagai bumbu masakan oleh masyarakat Indonesia. Jenis cabai besar yang populer di Indonesia sebagai berikut.

Cabai merah besar

Berbentuk panjang dan besar, membujur lancip panjang besar. Permukaan kulis mulus mengkilat dan tebal seperti ada lilin pada kulitnya.

Cabai merah keriting

Bentuknya panjang, tetapi memiliki diameter yang kecil dibandingkan dengan cabai besar, ujungnya lancip cenderung runcing. Kulit buahnya tidak mulus, tetapi bergelombang atau keriting dan relatif tipis. Cabai merah keriting sering dijadikan bumbu masak dan termasuk komoditas tanaman yang penting dalam terkait pendapatan petani, serta memiliki peluang ekspor.

Cabai hijau

Cabai hijau merupakan cabai merah besar, tetapi dipanen pada saat warna cabai masih hijau. Pemanenan yang masih muda itu disebabkan oleh daerah yang kurang memenuhi syarat tumbuh, atau untuk pengiriman cabai pada lokasi yang cukup jauh.

  1. Cabai rawit (Capsium frutescens)

Cabai ini berukuran kecil dengan panjang sekitar 2—4 cm. Cabai rawit hampir keseluruhannya lebih pedas dibandingkan dengan jenis cabai besar. Cabai berukuran ini memiliki keunikan, yakni warna yang beragam, mulai dari hijau, merah, kuning hingga oranye.

Baca Juga:  Begini Konsep Pertanian Ramah Lingkungan

Tanaman cabai rawit dapat berbuah sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Tanamannya tergolong kuat dan dapat tumbuh di daerah rendah ataupun di dataran tinggi.

  1. Cabai hibrida

Cabai hibrida termasuk jenis cabai besar. Tetapi yang membedakannya, yaitu cabai hibrida melalui persilangan modern yang menghasilkan varietas baru melalui seleksi tanaman yang dikembangkan. Keunggulan dari cabai ini dalam hal produktivitas, bentuk dan ketahanan terhadap penyakit tertentu.

Cabai jenis ini dapat tumbuh di (dataran tinggi) lebih dari 2.000 m dpl dengan yang iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembap. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 24—27° C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 16—23° C.