Jenis-jenis Domba yang Umum Dijumpai di Indonesia

Pertanianku — Domba diternakkan sebagai penghasil daging yang kaya akan protein dan lemak hewani. Produk domba lainnya yang kerap dimanfaatkan ialah susu, bulu, dan kotoran domba. Pemanfaatan susu domba di Indonesia memang masih terbilang asing sehingga masih sedikit orang yang mengonsumsi susu domba. Berikut ini beberapa jenis domba yang bisa Anda jumpai di Indonesia.

jenis domba
foto: Pertanianku

Domba compass agrinak

Domba compass agrinak merupakan hasil persilangan antara tiga bangsa, yakni Barbados Blakcbelly, domba lokal Sumatera, dan ST. Croix. Domba hasil persilangan ini telah ditetapkan sebagai domba unggulan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis dan lembap.

Siklus reproduksi domba terjadi sepanjang tahun dengan angka kelahiran yang sama dengan domba lokal. Selain itu, domba compass agrinak memiliki laju pertumbuhan yang baik sekitar 101 gram/hari.

Pola warna domba beragam, mulai dari putih, cokelat, belang, hingga berpola warna seperti Barbados Blackbelly.

Domba komposit garut

Domba komposit garut juga dihasilkan dari persilangan antara tiga bangsa, yakni domba garut, St. Croix, dan Moulton Charolais. Domba komposit garut mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis. Domba ini juga mampu beranak sepanjang tahun dengan jumlah anak yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan domba lokal. Pola warna tubuh domba komposit garut cukup beragam. Laju pertumbuhan domba terbilang tinggi.

Domba garut

Domba garut sering disebut juga sebagai domba priangan. Domba garut dihasilkan dari persilangan antara domba merino dan domba ekor gemuk yang berasal dari Afrika Selatan. Domba garut jantan memiliki tanduk cukup besar, melengkung ke belakang, dan berbentuk spiral.

Bulu yang tumbuh di sekujur tubuh domba merupakan campuran antara wol kasar dan rambut. Bobot dewasa jantan dapat mencapai 60—80 kg dan betina 30—40 kg.

Baca Juga:  Sentuhan Teknologi Balitbangtan untuk Meningkatkan Potensi Labangka

Domba ekor tipis

Tubuh domba ekor tipis relatif kecil. Warna pada tubuhnya tidak seragam dan sangat bervariasi. Seluruh bagian tubuhnya tertutup oleh campuran wol kasar. Bagian ekornya berbentuk pipih.

Domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk banyak ditemui di daerah Sulawesi, Madura, Jawa Timur, dan Lombok. Domba ekor gemuk memiliki ukuran badan lebih besar dibanding domba ekor tipis. Domba jantan bertanduk kecil, sedangkan domba betina sama sekali tidak bertanduk.